Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
JAKARTA, iNews.id - Nama Jeffrey Epstein menjadi sorotan sepekan terakhir setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen setebal 3 juta halaman seputar penyelidikan kasusnya. Dia menjadi sosok paling kontroversial dan menghebohkan dunia dalam 2 dekade terakhir.
Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) ini bukan hanya dikenal karena kekayaannya, tapi juga skandal kejahatan seksual yang menyeret nama-nama elite global, mulai dari pejabat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dunia.
Nama-nama seperti Presiden AS Donald Trump, para mantan presiden Bill Clinton dan Barack Obama, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, hingga miliarder Bill Gates, Elon Musk, dan banyak lagi, disebut-sebut dalam dokumen tersebut.
Jeffrey Edward Epstein lahir di Brooklyn, New York, pada 20 Januari 1953. Dia memulai karier sebagai guru matematika di sebuah sekolah elite sebelum beralih ke dunia keuangan. Epstein kemudian dikenal sebagai pengelola dana dan investor dengan jaringan klien kelas atas, meski sumber pasti kekayaannya kerap dipertanyakan.
Dikaitkan dengan Predator Seks Epstein, Anwar Ibrahim: Sama Sekali Tak Ada Hubungan
Pada era 1980-1990-an, Epstein membangun citra sebagai miliarder eksentrik yang memiliki properti mewah di berbagai lokasi strategis, termasuk Manhattan, Palm Beach (Florida), New Mexico, Paris, hingga sebuah pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS yang dikenal sebagai Little Saint James. Pulau tersebut kemudian dijuluki media sebagai “Pulau Pedofil”.
Nama Epstein mulai mencuat ke publik pada 2005 setelah dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Florida. Kasus tersebut memicu penyelidikan besar, namun pada 2008 sang predator seks hanya dijatuhi hukuman ringan melalui kesepakatan kontroversial dengan jaksa, yang membuatnya terhindar dari tuntutan federal lebih berat. Kesepakatan itu menuai kecaman luas dan dianggap sebagai contoh ketimpangan hukum bagi kalangan elite.
Terungkap! Mantan PM Israel Ehud Barak Pernah Bermalam di Apartemen Predator Seks Epstein
Skandal Epstein kembali meledak pada 2019 ketika dia ditangkap oleh otoritas federal AS atas tuduhan perdagangan seks dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
Penangkapan ini memicu perhatian global karena hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, Pangeran Andrew dari Inggris, hingga sejumlah miliarder dan politisi dunia. Sebagian tokoh tersebut membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein.
Namun, kasus Epstein tak pernah benar-benar sampai ke meja hijau. Pada Agustus 2019, dia ditemukan tewas di sel tahanannya di Metropolitan Correctional Center, New York. Kematian Epstein secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, namun hingga kini masih memicu teori konspirasi dan keraguan publik, terutama terkait dugaan kelalaian penjara dan kemungkinan upaya menutup fakta-fakta besar.
Warisan Epstein tidak berhenti pada kematiannya. Kasus ini membuka tabir gelap perdagangan seks internasional, penyalahgunaan kekuasaan oleh elite, serta kelemahan sistem hukum dalam melindungi korban.
Salah satu tokoh kunci dalam jaringan Epstein, Ghislaine Maxwell, kemudian divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara atas perannya merekrut dan memperdagangkan anak-anak untuk Epstein.
Hingga kini, nama Jeffrey Epstein tetap menjadi simbol skandal besar yang mengguncang dunia, mempermalukan kalangan elite, dan memicu tuntutan global akan transparansi, keadilan, serta perlindungan bagi korban kejahatan seksual.
Editor: Anton Suhartono