Profil Mark Rutte PM Belanda yang Mundur, Pernah Minta Maaf ke Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Profil Mark Rutte, perdana menteri Belanda yang mengundurkan diri setelah kaolisinya pecah, menarik disimak. Rutte juga menegaskan akan pensiun dari politik setelah pemilu Belanda mendatang yang akan digelar pada November.
Rutte sudah 13 tahun menjabat sebagai PM atau selama empat periode, kepala pemerintahan dengan masa jabatan paling lama di Belanda.
Koalisinya runtuh pada pekan lalu disebabkan perselisihan mengenai kebijakan imigran atau suaka. Kepada parlemen, Rutte mengaku tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima.
Nama Rutte cukup sering menjadi perhatian, termasuk di kalangan publik Indonesia. Pada Juni lalu, dia menyampaikan, pemerintah Belanda secara resmi mengakui sepenuhnya tanpa syarat kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sebelum itu, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, ketika Belanda menyerahkan kedaulatan sesuai hasil Konferensi Meja Bundar.
Oposisi Ingin Singkirkan PM Belanda Mark Rutte Lebih Cepat, Mosi Tak Percaya Digelar
Pada Februari 2022, Rutte juga menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia karena Belanda terlibat dalam perbudakan di Tanah Air selama 250 tahun. Rutte bahkan menyebut hal tersebut adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.
Permintaan maaf itu juga disampaikan untuk negara lain yang pernah menjadi koloni Belanda, seperti pulau Aruba dan Ciracao serta Suriname. Selain itu, Rutte juga meminta maaf sebab negaranya sudah menggunakan kekerasan secara berlebihan demi mendapat kembali Indonesia sebagai negara koloni setelah Perang Dunia II.
Pemerintah Belanda Tumbang, PM Mark Rutte Mengundurkan Diri gara-gara Masalah Imigran
Mark Rutte merupakan politikus senior Belanda kelahiran Den Haag, 14 Februari 1967. Dia dikenal sebagai pribadi sangat rendah hati dan sederhana. Salah satu momen yang terkenal darinya adalah saat menumpahkan kopi di lantai pada 2018 dan memilih untuk membersihkannya sendiri. Kejadian itu viral dan langsung mendapat banyak perhatian dari masyarakat luas.
Banyak pihak memuji perilaku Rutte dan melihat bahwa dirinya memiliki mentalitas elitis. Meskipun begitu, Rutte tetap dipandang sebagai politikus yang kritis dan tajam.