Profil Shehbaz Sharif: PM Pakistan di Tengah Ancaman Perang Besar Lawan India
Sebelum aktif di politik, Shehbaz sempat terlibat dalam bisnis keluarga di industri baja bersama Nawaz. Namun, bisnis mereka sempat terkena imbas kebijakan nasionalisasi pemerintahan Zulfikar Ali Bhutto pada tahun 1974, sebelum akhirnya dipulihkan kembali pada 1977 setelah kudeta militer oleh Zia-ul-Haq.
Profil Shehbaz Sharif mencatat langkah awal politiknya saat terpilih menjadi anggota Majelis Punjab pada 1988, dan Majelis Nasional pada 1990. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Utama Punjab (setara gubernur) selama tiga periode: 1997–2002, 2008–2013, dan 2013–2018. Dalam jabatan itu, ia dikenal karena pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.
Shehbaz pertama kali menjabat sebagai Perdana Menteri pada April 2022 hingga Agustus 2023, menggantikan Imran Khan yang dilengserkan lewat mosi tidak percaya. Periode pertama kepemimpinannya diwarnai tantangan berat seperti krisis ekonomi dan inflasi tinggi.
Pada pemilu Februari 2024, partainya, Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N), menang dan mengamankan 201 kursi di Majelis Nasional. Ia kembali dilantik menjadi Perdana Menteri pada Maret 2024, mengalahkan Omer Ayub Khan dari partai PTI yang didirikan oleh Imran Khan.
Saat ini, profil Shehbaz Sharif menjadi fokus utama dunia karena pernyataannya yang keras terhadap India. Menyusul serangan dari India pada Mei 2025, Shehbaz mengecam aksi tersebut sebagai tindakan pengecut dan menyatakan bahwa Pakistan akan memberikan respons yang setimpal.