Prospek Perdamaian Palestina-Israel Setelah AS Pindahkan Kedubes
WASHINGTON, iNews.id - Pemindahan kantor Kedubes Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem ditambah penembakan terhadap demonstran yang menyebabkan setidaknya 60 warga Palestina tewas, Senin (14/5), semakin menjauhkan peluang perdamaian Palestina-Israel yang ditengahi Amerika Serikat.
Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, selain korban tewas, 2.700 warga lainnya terluka terkena tembakan peluru tajam, peluru karet, dan gas air mata.
"(Perdamaian Palestina-Israel) itu antara nol dan tidak mungkin," kata Martin Indyk, mantan utusan khusus AS untuk perundingan damai Palestina-Israel, dikutip dari Reuters, Rabu (16/5/2018).
Pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem menyulut kemarahan warga Palestina. Secara tidak langsung, kata Indyk, AS telah melemahkan sendiri perannya sebagai mediator damai.
Hal senada disampaikan analis dari Lembaga Washington Brookings, Khaled Elgindy. Dia yakin tak ada seorang pun pejabat Palestina yang setuju proses perdamaian dimediasi AS.