Protes China, Kanada Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 11:23 WIB
Protes China, Kanada Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Foto: AFP)

OTTAWA, iNews.idKanada memutuskan untuk menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong. Langkah itu diambil Kanada sebagai bentuk protes atas kerasnya Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru saja diberlakukan China di wilayah bekas jajahan Inggris itu.

Tak hanya itu, Kanada juga menghentikan ekspor peralatan militer sensitif ke Hong Kong. Negara tetangga Amerika Serikat itu juga memperbarui penasihat perjalanan mereka untuk Hong Kong, sehingga orang-orang Kanada akan tahu bagaimana dampak UU itu terhadap mereka.

“Kanada sangat percaya pada kerangka ‘Satu Negara Dua Sistem’,” ucap Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (4/7/2020) WIB, seperti dikutip AFP.

Satu Negara Dua Sistem merujuk pada model pemerintahan semiotonomi yang diadopsi setelah Inggris mengembalikan Hong Kong ke China pada 1997. Prinsip itu menjadi kesepakatan antara China dan Inggris, bahwa kebebasan demokrasi di Hong Kong tetap akan dijamin hingga 2047.

“Kami sangat prihatin dengan situasi di Hong Kong,” kata Trudeau.

Trudeau mengatakan, prinsip Satu Negara Dua Sistem itu penting bukan hanya bagi 7,5 juta orang di Hong Kong, tetapi juga bagi 300.000 orang Kanada yang tinggal di sana. “Itulah sebabnya kami akan terus melihat langkah-langkah yang dapat kami ambil untuk memastikan keselamatan warga,” ujarnya.

UU Keamanan Nasional yang diberlakukan China di Hong Kong mulai pekan ini melarang tindakan subversi, aksi-aksi berbau separatisme, terorisme, dan “berkolusi dengan pasukan asing”. Beijing telah menghadapi gelombang kecaman, terutama dari negara-negara Barat, atas hukum, yang secara radikal meningkatkan kontrol China atas Hong Kong.

Editor : Ahmad Islamy Jamil