Protes Massa Menentang Vladimir Putin di Moskow, Polisi Rusia Tangkap 100 Orang

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 04:25 WIB
Protes Massa Menentang Vladimir Putin di Moskow, Polisi Rusia Tangkap 100 Orang

Polisi Rusia menahan peserta aksi protes terhadap Vladimir Putin di Kota Moskow, Rabu (15/7/2020). (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id – Polisi Rusia menahan lebih dari 100 orang, termasuk seorang tokoh penting Moskow, Rabu (15/7/2020) waktu setempat. Penangkapan besar-besaran itu menyusul berkumpulnya para kritikus Kremlin untuk memprotes perubahan Konstitusi Rusia, baru-baru ini.

AFP dengan mengutip OVD-Info melaporkan, ada 103 orang yang ditahan pada Rabu petang waktu Moskow. Banyak orang, termasuk para wartawan, dimasukkan ke dalam kendaraan tahanan polisi, koresponden AFP melaporkan dari tempat kejadian.

Yulia Galyamina, seorang anggota Dewan Kota Moskow terkemuka yang telah memelopori kampanye untuk menentang perubahan konstitusi yang kontroversial itu, ditahan bersama dengan putrinya. Kabar itu disampaikan langsung oleh yang bersangkutan lewat laman Facebook.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Galyamina dan rekan-rekannya berkumpul di Pushkin Square yang berada di pusat Kota Moskow untuk mengumpulkan tanda tangan dari ratusan pendukung mereka untuk menentang perubahan Konstitusi Rusia. Galyamina dan kawan-kawan dalam bulan ini mengajukan gugatan ke pengadilan untuk membatalkan revisi UUD negara bekas Soviet itu.

Seorang fotografer juga ditangkap polisi Rusia saat berlangsungnya aksi massa di Kota Moskow, Rabu (16/7/2020). (Foto: AFP)
Seorang fotografer juga ditangkap polisi Rusia saat berlangsungnya aksi massa di Kota Moskow, Rabu (16/7/2020). (Foto: AFP)

Mereka berhasil mengumpulkan sekitar seribu tanda tangan selama kegiatan yang tidak mendapat izin dari otoritas Moskow itu. Setelah tanda tangan terkumpul, kelompok yang sebagian besar terdiri atas para aktivis muda itu kemudian berpisah dan berbaris di jalan-jalan pusat Kota Moskow. Di situlah kemudian sebanyak 103 orang ditahan polisi Rusia.

Orang-orang di Pushkin Square mengatakan, mereka turun ke jalan untuk memprotes perubahan konstitusi yang memungkinkan Presiden Vladimir Putin tetap berkuasa di Rusia hingga 2036. “Saya menentangnya. Kata orang, (perubahan konstitusi itu) hasilnya diperoleh dengan cara curang,” kata Inna Golovina, seorang akuntan berusia 46 tahun yang turut hadir dalam aksi massa di alun-alun Kota Moskow itu.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan seperti “Rusia tanpa Putin” dan “Rusia akan bebas.” Ratusan orang juga berkumpul untuk aksi serupa di kota terbesar kedua Rusia, yaitu Saint Petersburg.

Editor : Ahmad Islamy Jamil