Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Negara Janji Dukung Larangan Atlet Rusia dan Belarusia di Ajang Olahraga Internasional

Selasa, 21 Februari 2023 - 09:35:00 WIB
Puluhan Negara Janji Dukung Larangan Atlet Rusia dan Belarusia di Ajang Olahraga Internasional
Lebih dari 30 negara berjanji mendukung pelarangan atlet Rusia dan Belarusia untuk berkompetisi dalam acara olahraga internasional. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Lebih dari 30 negara termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis berjanji mendukung pelarangan atlet Rusia dan Belarusia untuk berkompetisi dalam acara olahraga internasional. 

Hal itu disampaikan pemerintah Inggris pada Senin (20/2/2023). Langkah tersebut meningkatkan tekanan pada Komite Olimpiade Internasional (IOC). 

"Ada kekhawatiran serius tentang seberapa layak bagi atlet Rusia dan Belarusia untuk berkompetisi secara netral mengingat mereka didanai dan didukung langsung oleh negara mereka," tambah pernyataan pemerintah Inggris.

Mereka menambahkan, Rusia dan Belarusia dapat kembali memasukkan atlet mereka ke komunitas olahraga internasional dengan mengakhiri perang di Ukraina

Pernyataan Inggris itu mengikuti proposal baru-baru ini dari IOC yang menyarankan jalur netral untuk memungkinkan atlet Rusia dan Belarusia kembali ke kompetisi, termasuk di Olimpiade tahun depan.

Penyelenggara Paris 2024 mengaku akan mematuhi keputusan IOC tentang partisipasi atlet Rusia dan Belarusia di Olimpiade. Namun, Wali Kota Paris, Anne Hidalgo mengatakan, seharusnya tidak ada delegasi Rusia di Olimpiade Paris selama perang Ukraina masih berlangsung.

Sementara itu, Ukraina mengancam akan memboikot Olimpiade jika atlet Rusia dan Belarusia bertanding. Petinju juara dunia dan kelas berat Olimpiade 2012 Ukraina, Oleksandr Usyk bahkan mengatakan, Rusia akan memenangkan 'medali darah, kematian dan air mata' jika diizinkan untuk ambil bagian.

Ancaman semacam itu telah menghidupkan kembali ingatan tentang boikot pada 1970-an dan 1980-an selama era Perang Dingin yang masih menghantui badan Olimpiade itu saat ini. Mereka pun meminta Ukraina untuk membatalkannya.

IOC mengatakan, boikot akan melanggar Piagam Olimpiade. Sementara masuknya Rusia dan Belarusia didasarkan pada resolusi PBB terhadap diskriminasi dalam gerakan Olimpiade.

Sejak invasi Ukraina, banyak badan olahraga telah mengubah acara dan menangguhkan tim atau atlet Rusia dan Belarusia. Sponsor juga mengakhiri kontrak sebagai protes terhadap perang.

Awal bulan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam pertemuan online yang dihadiri oleh 35 menteri dan diketuai oleh Inggris untuk membahas seruan larangan. Dia menunjukkan ada 228 atlet dan pelatih Ukraina tewas akibat agresi Rusia.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut