Pungli saat Lockdown Covid-19, Puluhan Pejabat Dijebloskan ke Penjara
HANOI, iNews.id - Sebanyak 50 orang termasuk menteri, diplomat dan pengusaha Vietnam dijebloskan ke penjara karena melakukan pungutan liar (pungli). Kejahatan itu dilakukan saat lockdown akibat Covid-19.
Mereka membantu warga Vietnam yang kesulitan terbang ke tanah air karena aturan ketat.
Di antara pejabat yang tertangkap yakni Mantan Sekretaris Menteri Kesehatan Pham Trung Kien dan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri To Anh Dung.
Kien sempat dituntut hukuman mati, tapi kemudian divonis penjara seumur hidup. Dia diduga menerima uang suap lebih dari Rp27 miliar dalam kurun waktu 11 bulan.
Jenderal Angkatan Darat Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Maryland Amerika
Sementara itu, Dung yang dijatuhi hukuman 16 tahun penjara, mengatakan bahwa dia telah menerima miliaran rupiah uang suap untuk menambahkan perusahaan ke daftar penyedia penerbangan repatriasi.
"Pada saat itu, saya tidak berpikir bahwa saya telah melakukan sesuatu yang salah," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (30/7/2023).
Intip Kemegahan Pusat Riset Teknologi Hyundai di Korea Selatan
Hampir 800 penerbangan diatur oleh pemerintah Vietnam pada awal tahun 2020 untuk membawa kembali warga negara dari seluruh dunia. Saat itu, Vietnam menutup perbatasannya untuk hampir semua turis kecuali warga negara yang pulang.
Laporan resmi dan media sosial menggambarkan prosedur yang rumit, harga tiket pesawat yang mahal, dan biaya karantina untuk masuk ke Vietnam. Salah satu warga Hanoi mengeluarkan dana lebih dari Rp180 juta untuk memulangkan putrinya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq