Punya Hubungan Baik dengan China, Jerman Enggan Bantu Senjata ke Taiwan
TAIPEI, iNews.id - Jerman menegaskan tak akan mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) membantu Taiwan dengan persenjataan guna menghadapi ancaman invasi China. Taiwan menghadapi ancaman serangan China yang menganggap wilayah itu sebagai salah satu provinsinya.
Ketua komisi pertahanan parlemen Jerman yang juga politikus partai koalisi Free Democrats Party (FDP), Marie Agnes Strack Zimmermann, menjelaskan kondisi Taiwan berbeda dengan Ukraina.
"Situasi di sini berbeda. Peran militer kami di sini sedikit. Ini masalah ekonomi," katanya, dalam konferensi pers di Taipei, Rabu (11/1/2023), dikutip dari Reuters.
Saat ditanya wartawan apakah negara-negara Barat perlu membantu Taiwan dengan persenjataan mengingat ancaman China semakin jelas, Strack Zimmermann menegaskan Jerman tak akan melakukannya. Selain itu, kata dia, tak ada permintaan dari Taiwan sejauh ini.
China Latihan Penyerbuan Pakai 57 Jet Tempur dan Pesawat Pengebom, Taiwan Beri Peringatan
"Tidak ada pernyataan untuk mengirim senjata ke Taiwan. Bukan itu permasalahannya. Kami berbicara dengan banyak orang di sini, dengan politisi, dan pertanyaannya bukan 'Jerman, tolong kirim senjata kepada kami'. Ini bukan soal peralatan militer. Saya kira ada mitra yang berbeda di sini," ujarnya.
Kapal Perang AS Berlayar Lintasi Selat Taiwan Lagi, Bikin Panas China
Wakil Ketua FDP Johannes Vogel, pada kesempatang yang sama, mengatakan Jerman punya kewajiban moral untuk menghindari agresi militer di Selat Taiwan. Namun hal itu tak selalu terkait dengan militer.
"Kemudian kita harus memikirkan apa yang bisa Anda bawa ke meja dan kami kira dimensi ekonomi untuk menghindari skenario yang mengerikan adalah sesuatu yang bisa kita bawa ke meja secara efektif," tuturnya.
Strack Zimmermann dan Vogel bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing Wen pada Selasa kemarin, kunjungan yang dikecam China.
Jerman diketahui memiliki hubungan diplomatik dan bisnis yang erat dengan China serta tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.
Editor: Anton Suhartono