Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel
Advertisement . Scroll to see content

Putin Ancam AS dkk Tak Main Api di Ukraina: Kami Awasi dengan Cermat!

Rabu, 29 Mei 2024 - 19:47:00 WIB
Putin Ancam AS dkk Tak Main Api di Ukraina: Kami Awasi dengan Cermat!
Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak bermain api dengan Rusia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Presiden Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak bermain api dengan Rusia. Ancaman itu dilontarkan Putin terkait usulan NATO agar Ukraina menyerang wilayah Rusia menggunakan senjata Barat.

Putin mengingatkan penggunaan senjata Barat untuk menyerang wilayahnya bisa memicu konflik global.

“Eskalasi yang terus-menerus dapat menimbulkan konsekuensi serius,. Jika konsekuensi serius ini terjadi di Eropa, bagaimana Amerika Serikat akan bersikap, mengingat kesetaraan kita dalam bidang senjata strategis?” kata Putin, dalam konferensi pers di Tashkent, Uzbekistan, Selasa, seperti dikutip dari Reuters.

“Sulit untuk mengatakan, apakah mereka menginginkan konflik global?” ujarnya lagi, menegaskan.

Putin menambahkan serangan Ukraina menggunakan senjata jarak jauh memerlukan bantuan satelit, intelijen, serta militer negara Barat. Oleh karena itu, serangan yang dilakukan Ukraina ke wilayah Rusia lebih dalam berarti disertai keterlibatan militer negara Barat.

Dia kembali menyinggung soal rencana pengiriman pasukan Prancis ke Ukraina. Langkah itu juga akan berbuah konflik global.

“Ini adalah faktor yang harus mereka ingat sebelum berbicara mengenai serangan jauh ke wilayah Rusia. Ini adalah hal yang serius, dan tentu saja kami mengawasinya dengan sangat cermat,” kata Putin.

Sebelumnya Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan kepada Economist, anggota aliansi pertahanan itu harus memberi kesempatan Ukraina menyerang wilayah Rusia jauh lehih dalam menggunakan senjata Barat. Pandangan itu didukung oleh beberapa anggota NATO di Eropa, namun Amerika Serikat menolaknya.

Sementara itu pasukan Rusia mengalami kemajuan pesat dalam pertempuran di Ukraina, yakni maju terus ke Provinsi Kharkiv. Salah satu penyebabnya, militer Ukraina tak bisa menggunakan rudal-rudal Barat karena berpotensi masuk wilayah Rusia.

Sementara itu, sistem pertahanan udara buatan negara Barat juga tidak bisa menjatuhkan rudal Rusia sampai proyektilnya benar-benar sudah melintasi perbatasan Ukraina. Perbatasan hanya berjarak sekitar 25 km dari Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut