Putin Makin Punya Legitimasi Perang di Ukraina jika Amerika Serang Greenland
MADRID, iNews.id - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merebut Greenland dari Denmark dinilai berbahaya dan berpotensi memberi keuntungan strategis bagi Rusia.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan, langkah agresif Washington tersebut justru akan memperkuat legitimasi Presiden Rusia Vladimir Putin dalam melanjutkan perang di Ukraina.
Sanchez menegaskan, jika AS sampai menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, Putin akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Menurut dia, tindakan itu akan menjadi preseden buruk yang bisa dijadikan pembenaran oleh Moskow atas invasi ke Kiev.
“Invasi AS ke Greenland akan membuat Vladimir Putin menjadi orang paling bahagia di dunia. Mengapa? Karena itu akan melegitimasi upayanya untuk menginvasi Ukraina,” kata Sanchez dalam wawancara dengan surat kabar La Vanguardia, dikutip Senin (19/1/2026).
Dia menilai, selama ini Rusia kerap disudutkan karena melanggar kedaulatan negara lain. Namun jika AS melakukan tindakan serupa terhadap Greenland, wilayah otonom Denmark, maka posisi moral Barat akan runtuh. Situasi tersebut, lanjut Sanchez, bisa dimanfaatkan Putin untuk menegaskan bahwa standar ganda diterapkan dalam politik global.
Tak hanya soal Ukraina, Sanchez juga menyoroti dampak serius terhadap NATO. Menurutnya, aksi militer AS terhadap Greenland akan merusak citra aliansi pertahanan transatlantik yang selama ini mengklaim menjunjung tinggi hukum internasional dan kedaulatan negara.
“Jika Amerika Serikat menggunakan kekuatan, itu akan menjadi pertanda buruk bagi NATO. Putin akan dua kali lebih bahagia,” ujarnya.