Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dihukum Trump dengan Tarif 10% gegara Greenland, Belanda: Pemerasan!
Advertisement . Scroll to see content

Putin Makin Punya Legitimasi Perang di Ukraina jika Amerika Serang Greenland

Senin, 19 Januari 2026 - 13:39:00 WIB
Putin Makin Punya Legitimasi Perang di Ukraina jika Amerika Serang Greenland
PM Spanytol Pedro Sanchez menilai ambusu Donald Trump merebut Greenland membahayakan dan berpotensi memberi keuntungan strategis bagi Rusia (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merebut Greenland dari Denmark dinilai berbahaya dan berpotensi memberi keuntungan strategis bagi Rusia. 

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan, langkah agresif Washington tersebut justru akan memperkuat legitimasi Presiden Rusia Vladimir Putin dalam melanjutkan perang di Ukraina.

Sanchez menegaskan, jika AS sampai menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland, Putin akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Menurut dia, tindakan itu akan menjadi preseden buruk yang bisa dijadikan pembenaran oleh Moskow atas invasi ke Kiev.

“Invasi AS ke Greenland akan membuat Vladimir Putin menjadi orang paling bahagia di dunia. Mengapa? Karena itu akan melegitimasi upayanya untuk menginvasi Ukraina,” kata Sanchez dalam wawancara dengan surat kabar La Vanguardia, dikutip Senin (19/1/2026).

Dia menilai, selama ini Rusia kerap disudutkan karena melanggar kedaulatan negara lain. Namun jika AS melakukan tindakan serupa terhadap Greenland, wilayah otonom Denmark, maka posisi moral Barat akan runtuh. Situasi tersebut, lanjut Sanchez, bisa dimanfaatkan Putin untuk menegaskan bahwa standar ganda diterapkan dalam politik global.

Tak hanya soal Ukraina, Sanchez juga menyoroti dampak serius terhadap NATO. Menurutnya, aksi militer AS terhadap Greenland akan merusak citra aliansi pertahanan transatlantik yang selama ini mengklaim menjunjung tinggi hukum internasional dan kedaulatan negara.

“Jika Amerika Serikat menggunakan kekuatan, itu akan menjadi pertanda buruk bagi NATO. Putin akan dua kali lebih bahagia,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah Trump pada Sabtu (17/1/2026) menabuh genderang perang ekonomi terhadap negara-negara Eropa yang menentang ambisinya atas Greenland. Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang ia sebut sebagai “pembangkang”, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Dalam unggahan di akun Truth Social, Trump menyatakan tarif impor tambahan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Februari 2026 untuk seluruh barang dari negara-negara tersebut. Bahkan, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026 dan terus diberlakukan hingga AS benar-benar merebut Greenland.

Bagi Sanchez, eskalasi ini bukan sekadar konflik dagang atau sengketa wilayah, melainkan ancaman serius terhadap tatanan global. Jika dibiarkan, langkah Trump dikhawatirkan akan membuka ruang lebih luas bagi Putin untuk membenarkan agresi militernya di Ukraina di mata dunia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut