Putin Sebut Negara Barat Ingin Hapus Budaya Rusia, Samakan dengan Nasib JK Rowling
DUBLIN, iNews.id - Presiden Vladimir Putin menuduh negara Barat berusaha menghapus budaya musik dan sastra Rusia, termasuk komposer Pyotr Tchaikovsky dan Sergei Rachmaninov. Menurut Putin, nasib Rusia seperti dialami penulis 'Harry Potter' JK Rowling.
Putin mengeluhkan pembatalan sejumlah acara budaya Rusia dalam beberapa pekan terakhir dan membandingkannya dengan tindakan Nazi Jerman pada 1930-an.
"Belum lama ini penulis JK Rowling juga dibatalkan karena dia tidak menyenangkan para penggemar yang disebut sebagai kebebasan gender. Hari ini mereka mencoba untuk menghapus budaya 1.000 tahun masyarakat kita. Saya berbicara tentang diskriminasi bertahap terhadap segala sesuatu yang terkait dengan Rusia," kata Putin, merujuk pada kontroversi yang dibuat Rowling soal transgender.
Terakhir kali, lanjut Putin, kampanye massal untuk menghancurkan literatur dilakukan oleh Nazi di Jerman hampir 90 tahun lalu.
Putin Akan ke G20 di Bali, Presiden Jokowi Diminta Lakukan Ini
Beberapa acara melibatkan tokoh budaya Rusia dibatalkan, termasuk Valery Gergiev selaku direktur umum Teater Mariinsky St Petersburg.
Soal Presiden Putin Akan ke Indonesia Hadiri KTT G20 di Bali, Ini Kata Luhut
Gergiev diberhentikan sebagai kepala konduktor Munich Philharmonic dan kehilangan kesempatan untuk memimpin pertunjukan La Scala Milan lantaran enggan mengutuk invasi Rusia.
Teatro Real Spanyol, salah satu gedung opera utama Eropa, juga membatalkan pertunjukan Balet Bolshoi Rusia akhir tahun ini.
PM Boris Johnson: Tindakan Vladimir Putin Sudah Mengarah ke Barbarisme
Rumah lelang Christie's, Sotheby's, dan Bonhams juga membatalkan penjualan benda seni Rusia di London.
Orkestra Philharmonic Cardiff membatalkan konser musik Tchaikovsky dari programn. Laporan media mengungkap, orkestra di Jepang dan Kroasia juga mengambil keputusan serupa.
Editor: Anton Suhartono