Raja Belgia Ini Dikenal Brutal, Kini Patungnya Dibongkar usai Demonstrasi Antirasial

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 20:51 WIB
Raja Belgia Ini Dikenal Brutal, Kini Patungnya Dibongkar usai Demonstrasi Antirasial

Patung Raja Leopold II di Brussels, Belgia. (Foto: AFP)

ANTWERP, iNews.id – Pemerintah Kota Antwerp di Belgia hari ini menurunkan patung Raja Leopold II. Pembongkaran patung tersebut terjadi beberapa hari setelah diwarnai dengan cat semprot oleh pengunjuk rasa antirasial di kota itu.

Keberadaan patung-patung Leopold II telah lama menjadi sasaran para aktivis karena catatan pemerintahan kolonialnya yang brutal di bekas daerah jajahan Belgia di Afrika.

Gerakan anti-Leopold II itu pun telah mendapatkan momentum dalam beberapa hari terakhir, menyusul pembunuhan seorang pria berkulit hitam, George Floyd, oleh polisi AS pada 25 Mei lalu. Pembunuhan Floyd telah memicu gelombang protes global.

“Patung itu dirusak secara serius minggu lalu dan perlu diperbaiki oleh Museum Patung Middelheim,” kata Juru Bicara Wali Kota Antwerp, Johan Vermant, dikutip AFP, Selasa (9/6/2020).

Dia menuturkan, setelah selesai diperbaiki, patung itu mungkin tidak akan dikembalikan ke ruang terbuka publik seperti sebelumnya.

“Karena pekerjaan renovasi yang direncanakan untuk 2023 di alun-alun (kota) di mana dia ditempatkan, patung itu tidak akan diganti. Tapi dia mungkin akan menjadi bagian dari koleksi museum,” ujar Vermant.

Seorang juru bicara untuk Museum Middelheim mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima patung itu.

Leopold II adalah Raja Belgia yang berkuasa dari 1865 hingga 1909. Masa pemerintahannya adalah yang terpanjang dalam sejarah Belgia. Setelah kematiannya, pemerintah di negara itu masih menghormati sang raja dengan mendirikan beberapa monumen untuknya.

Para sejarawan mencatat bahwa kekuasaan Belgia atas negeri Afrika—yang sekarang dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo—sangatlah brutal. Kekejaman rezim Leopold II bahkan melebihi ukuran imperium-imperium Eropa pada zaman itu.

Jutaan orang Kongo terbunuh atau cacat permanen lantaran dipekerjakan di perkebunan karet maupun ekspedisi militer kala itu. Sementara, Leopold terus mengumpulkan kekayaan pribadinya dalam jumlah begitu besar dari nyawa orang-orang yang terbunuh itu.

Saat ini, lebih dari 64.000 orang telah menandatangani petisi untuk menuntut agar Pemerintah Kota Brussels (ibu kota Belgia) segera membongkar patung Leopold II.

Editor : Ahmad Islamy Jamil