Ratusan Ribu Warga Hong Kong Turun ke Jalan Peringati 6 Bulan Unjuk Rasa Prodemokrasi

Anton Suhartono ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 20:14 WIB
Ratusan Ribu Warga Hong Kong Turun ke Jalan Peringati 6 Bulan Unjuk Rasa Prodemokrasi

Ratusan ribu warga Hong Kong turun ke jalan memperingati 6 bulan demonstrasi prodemokrasi (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Ratusan ribu warga Hong Kong kembali turun ke jalan, Minggu (8/12/2019) sore, memperingati 6 bulan unjuk rasa antipemerintah yang jatuh pada Senin besok. Ini merupakan aksi besar pertama setelah kubu prodemokrasi memenangkan pemilu dewan distrik 2 pekan lalu.

Pada awalnya, demonstrasi yang dimulai pada Juni itu mengusung tuntutan tunggal yakni pencabutan RUU ekstradisi. Namun tuntutan telanjur berkembang ke isu demokrasi lainnya, setelah desakan utama mereka sudah dipenuhi.

Ratusan ribu orang melakukan long march di jalanan pusat kota di tengah udara dingin menusuk. Saat langit mulai gelap, mereka menyalakan flash di smartphone, enciptakan karpet cahaya berkilauan yang membentang jauh.

Hal yang mengejutkan unjuk rasa yang diinisiasi Front Hak Asasi Manusia Sipil (CHRF) ini mendapat izin kepolisian Hong Kong, padahal demonstrasi selama 6 bulan belakangan hampir selalu diwarnai bentrokan dan perusakan. Terakhir, polisi memberi izin demonstrasi bagi CHRF pada pertengahan Agustus.

Banyak peserta unjuk rasa menyuarakan kemarahan dan frustrasi karena pemimpin Hong Kong Carrie Lam dan China masih mengabaikan tuntutan mereka meskipun sudah memenangkan pemilu.

“Tidak peduli bagaimana kami mengekspresikan pandangan, melalui aksi damai, melalui pemilu yang beradab, pemerintah tidak akan mendengarkan," kata seorang demonstran berusia 50 tahun, Wong, dikutip dari AFP.

Pengunjuk rasa lainnya, Kelvin, mengatakan tak tahu sampai kondisi ini berakhir. Namun dia tak peduli dan tetap akan turun ke jalan.

"Saya tidak tahu sampai berapa lama unjuk rasa akan berlangsung. Sejauh ini saya tidak bisa melihat kapan berakhirnya, tapi kami tidak akan mundur," kata Kelvin.

Seorang pedagang buah, Leung, membagikan stroberi kepada para pengunjuk rasa secara gratis. Buah itu sebagai bentuk dukungan bagi gerakan prodemokrasi dan warga Hong Kong.

"Saya ingin memberikan sesuatu yang manis bagi rakyat Hong Kong yang telah melalui kehidupan sangat sulit selama setengah tahun,” ujarnya.

Sementara itu CHRF tetap mendesak pemerintah menuntaskan tuntuan masa prodemokrasi yakni penyelidikan independen atas penanganan polisi terhadap pengunjuk rasa, pengampunan bagi mereka yang ditangkap, dan pemilu bebas untuk menentukan pemimpin Hong Kong. Hingga saat ini, ada 6.000 orang yang ditangkap terkait kerusuhan dalam unjuk rasa.

"Rapat umum kami hari ini adalah untuk mengumpulkan semua orang di Hong Kong untuk mempertahankan kota kami," kata CHRF, dalam pernyataan.

Sebelumnya, pemimpin CHRF Jimmy Sham mengatakan, aksi ini merupakan kesempatan terakhir bagi Carrie Lam untuk mendengarkan suara rakyat.

Sementara itu di forum online yang biasa dimanfaatkan gerakan prodemokrasi untuk berkomunikasi, muncul rencana untuk memblokade transportasi Hong Kong besok atau tepat 6 bulan pecahnya demonstrasi, jika tuntutan mereka hari ini tak ditanggapi Carrie Lam.

Beberapa jam sebelum unjuk rasa dimulai, polisi menunjukkan senjata, termasuk pistol dan pisau, yang ditemukan dalam selama razia pemeriksaan. Polisi menangkap 11 orang yang kedapatan membawa senjata.

Editor : Anton Suhartono