Remaja Perempuan Saudi Ditahan Imigrasi Thailand, Menolak Dipulangkan

Anton Suhartono ยท Senin, 07 Januari 2019 - 10:30 WIB
Remaja Perempuan Saudi Ditahan Imigrasi Thailand, Menolak Dipulangkan

Petugas bandara Suvarnabhumi memantau penumpang yang tiba (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Seorang remaja perempuan Arab Saudi dalam penanganan imigrasi Thailand setelah tiba di Bandara Suvarnabhumi, Minggu (6/1/2019). Namun dia menolak dipulangkan ke negaranya karena takut dipenjara, bahkan dibunuh.

Perempuan 18 tahun bernama Rahaf Mohammed Al Qunun itu ditangkap atas permintaan Saudi dan Kuwait. Dokumen-dokumen perjalanan Rahaf juga diambil.

"Mereka (otoritas Saudi dan Kuwait) mengambil pasport saya," kata Rahaf, dikutip dari AFP, Senin (7/1/2019).

Dia menjelaskan, keluarga melaporkannya ke pihak berwenang karena berpergian tanpa didampingi kerabat pria. Seperti diketahui, Saudi mengatur adab berpergian seorang perempuan yang harus didampingi kerabat.

Menurut Rahaf, dia sengaja melarikan diri dari rumah karena tak tahan atas kekerasan fisik dan mental yang dialaminya.

"Keluarga saya ketat dan mengurung saya di kamar selama enam bulan hanya karena saya memotong rambut," kata dia, seraya menegaskan keyakinannya bahwa dia akan dipenjara jika kembali ke Saudi.

"Saya yakin 100 persen mereka juga akan membunuh saya begitu saya keluar dari penjara Saudi," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Thailand Surachate Hakparn mengatakan, Rahaf terbang ke Thailand dari Kuwait pada Minggu kemarin.

"Saat ini dia tak punya dokumen, termasuk tiket pulang atau uang," ujarnya.

Imigasi tak membawanya di fasilitas khusus, namun menahannya di hotel bandara untuk sementara.

"Dia melarikan diri dari keluarga karena menghindari pernikahan dan dia khawatir kemungkinan akan menghadapi masalah jika pulang ke Saudi. Kami mengirim petugas untuk menanganinya sekarang," kata Surachate.

Imigrasi juga sudah berkomunikasi dengan kedutaan Arab Saudi untuk berkoordinasi.


Editor : Anton Suhartono