Resmi Jadi Presiden AS, Begini Perjalanan Panjang Joe Biden ke Gedung Putih

Djairan ยท Kamis, 21 Januari 2021 - 02:39:00 WIB
Resmi Jadi Presiden AS, Begini Perjalanan Panjang Joe Biden ke Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Joseph Robinette Biden Jr alias Joe Biden resmi dilantik jadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46, Rabu (20/1/2021) waktu setempat. Biden meraih mandat rakyat AS setelah melewati pertarungan sengit dengan calon petahana yang tak puas.

Pria kelahiran Pennsylvania pada 20 November 1942 itu dilantik bersama Wakil Presiden Kamala Harris. Berikut ini perjalanan panjang karier politik Biden dalam lima dekade, sebagaim ana dirangkum iNews.id dari berbagai sumber.

Terjun politik di usia muda

Biden pertama kali memutuskan terjun ke dunia politik saat berusia 27 tahun. Karier politiknya dimulai pada tahun 1970 saat terpilih sebagai anggota dewan di New Castle County, Delaware. Lalu pada 1972, Biden memantapkan diri ikut berkampanye sebagai calon anggota senat.

Tak disangka, saat itu dia berhasil mengalahkan politikus senior Partai Republik dan terpilih sebagai anggota senat di usia yang masih muda, 29 tahun. Saat itu, Biden menjadi anggota termuda dalam senat AS. Dia dilantik dan diambil sumpah di samping tempat tidur anaknya yang cedera akibat kecelakaan.

Selama 36 tahun menjabat sebagai Senator asal Delaware, dia membuktikan sebagai sosok yang penting, baik di dalam negeri maupun internasional. Selama menjabat anggota senat dalam enam kali masa jabatan hingga 2009, karir politik Biden dihiasi prestasi dan kontroversi.

Prestasi dan kontroversi sebagai anggota Senat AS

Sebagai Ketua atau Anggota Peringkat Komite Kehakiman Senat selama 17 tahun, Biden secara luas diakui kehebatannya pada isu peradilan pidana. Termasuk dalam kasus the landmark 1994 Crime Bill dan kekerasan terhadap perempuan.

Pada 1994, Biden tercatat turut mendukung pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) antikekerasan terhadap perempuan di AS. UU itu tercatat berhasil menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan hingga 53 persen per 2008.

Dia juga sempat ikut menggolkan RUU pengendalian kriminal yang kontroversial pada 1994. Meski Biden mengklaim UU ini berhasil menurunkan angka kriminalitas, banyak analis menganggap UU ini bertanggung jawab atas meningkatnya penghuni penjara dan rasisme kriminal terhadap warga kulit hitam.

Saat menjadi senator, Biden turut mendukung invasi AS Ke Irak pada 2002. Keputusan itu disebut menjadi penyebab tewasnya ratusan ribu warga sipil. Dia juga berada di garis depan terkait isu dan regulasi terorisme, senjata pemusnah massal pascaperang dingin Eropa, Timur Tengah dan Asia Barat Daya. Biden mulai memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan luar negeri AS.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: