Reynhard Sinaga WNI Pemerkosa 136 Pria Diserang Napi di Penjara Inggris, Dianggap Terlalu Bejat
Reynhard Sinaga pindah ke Inggris dari Indonesia sebagai mahasiswa pada tahun 2005. Selama menempuh pendidikan, dia mulai mencari korbannya, para pria mabuk yang rentan di luar klub malam dan pub. Dia akan memikat mereka agar dibawa ke flatnya. Reynhard lalu membius dan memperkosa para korbannya di flatnya di Princess Street.
Aksi brutalnya terungkap setelah pada bulan Juni 2017, korban terakhirnya sadar kembali saat diperkosa. Dia berhasil melawan Reynhard sebelum menghubungi polisi.
Polisi kemudian menangkap Reynhard. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti ratusan jam rekaman video di ponselnya saat dia menyiksa dan memperkosa para korban yang tidak sadarkan diri.
Parahnya, Reynhard Sinaga juga menyimpan 'deretan piala' dari korbannya, seperti telepon, tanda pengenal dan jam tangan. Namun, ini pula yang membuat polisi dapat dengan mudah melacak mereka. Banyak korban yang tidak menyadari mereka telah diperkosa sampai akhirnya dihubungi oleh polisi.
Hakim Goddard dalam persidangan Reyhard Sinaga sebelumnya mengatakan salah satu korban menggambarkan pria itu sebagai monster. Sebutan ini dinilai akurat karena skala dan besarnya pelanggaran Reynhard Sinaga.