Ribuan Yahudi Ultra-Orthodoks dan Liberal Bentrok di Tembok Ratapan
Sebagian pengunjuk rasa perempuan mengatakan kepada koran Haaretz bahwa mereka dibawa ke sana dengan menggunakan bus oleh sekolah keagamaan mereka untuk menghambat kelompok itu memasuki Tembok Ratapan.,
"Saat berdoa, friksi terjadi antar para jemaat, termasuk Women of the Wall, dalam bentuk menyumpah dan berbagai komentar," kata polisi, seperti dilaporkan BBC, Sabtu (9/3/2019).
Lewat sebuah cuitan, Women of the Wall menyatakan dua anggotanya harus dirawat karena kejadian itu. Kelompok tersebut kemudian dikawal ke bagian lain tembok yang memungkinkan jemaat non-tradisional berdoa.
Koran Haaretz melaporkan, ratusan laki-laki ultra-Ortodoks juga berusaha menembus barikade polisi untuk memasuki kelompok perempuan, tetapi polisi berhasil mendorong kembali mereka.
Polisi menyebut pihaknya menangkap satu pria yang berusaha menyerang perwira polisi.