Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Kembali Ancam Iran: Sesuatu Sangat Buruk Akan Terjadi!
Advertisement . Scroll to see content

Riset: Obat Kanker Ini Bisa Obati Covid

Kamis, 08 April 2021 - 16:33:00 WIB
Riset: Obat Kanker Ini Bisa Obati Covid
Obat yang digunakan untuk pengobatan kanker, Topotecan, dalam bentuk injeksi. (Foto: Emedz)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id – Studi yang dilakukan para peneliti Singapura dan AS menunjukkan, Topotecan dapat mengobati pasien dengan gejala Covid-19 sedang hingga parah. Topotecan adalah obat yang digunakan dalam pengobatan kanker, khususnya kemoterapi.

Para peneliti menemukan bahwa obat itu dapat mengurangi tingkat keparahan dan kematian akibat infeksi Sars-CoV-2 (virus yang menyebabkan Covid-19) dengan menekan peradangan pada paru-paru hewan yang jadi objek percobaan di laboratorium.

Pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga parah menderita peradangan, akibat respons imun abnormal yang terlalu aktif. Pada beberapa pasien, respons imun yang berlebihan—biasanya terjadi di paru-paru—dapat membanjiri area yang terinfeksi dengan sel darah putih, mengakibatkan peradangan parah, kerusakan jaringan, dan sering kali kematian.

Topotecan bekerja dengan cara mengekang respon imun tersebut, mengurangi risiko cedera pada tubuh. Hasil itu bisa dicapai pada dosis yang lebih rendah daripada yang biasanya digunakan dalam pengobatan kanker, sehingga secara signifikan mengurangi kemungkinan efek samping dari obat tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan Topotecan tidak sepenuhnya menghilangkan respons imun. Pasalnya, hewan-hewan yang diuji coba di laboratorium masih mampu memproduksi antibodi untuk menanggulangi virus corona.

Penelitian itu dipimpin oleh Associate Professor Ivan Marazzi dari Departemen Mikrobiologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di Amerika Serikat. Riset tersebut melibatkan peneliti dari National University Cancer Institute, Singapura (NCIS). 

Penemuan dalam penelitian itu dipublikasikan secara daring di jurnal ilmiah Cell pada 30 Maret lalu.

Salah satu rekan peneliti dalam studi tersebut, Dr Anand Jeyasekharan mengatakan, obat yang digunakan dalam pengobatan kanker selama lebih dari 25 tahun itu tersedia secara global. Harganya pun tidaklah mahal. 

“(Topotecan) memiliki profil keamanan yang dipahami dengan baik pada manusia. Oleh karena itu, penelitian ini muncul di waktu yang tepat, mengingat kurangnya akses masyarakat secara universal terhadap vaksin,” ujar Jeyasekharan yang juga menjabat konsultan dan asisten direktur penelitian onkologi medis di Departemen Hematologi-Onkologi di NCIS, dikutip dari The Straits Times, Kamis (8/4/2021).

Setelah temuan laboratorium tersebut, saat ini penelitian lanjutan telah mengarah kepada uji klinis fase I (satu) di India. Negeri anak benua dipilih menjadi lokasi uji klinis, mengingat tingginya jumlah kasus Covid-19 sedang hingga parah di sana.

Tim tersebut telah mendapatkan dana penelitian untuk uji klinis tersebut. Penelitian itu didukung oleh Dewan Riset Medis Nasional Kementerian Kesehatan Singapura dan Yayasan Riset Nasional.

Jika uji klinis fase satu berhasil, fase kedua akan dimulai dengan jumlah pasien yang lebih besar yang direkrut dari berbagai negara. Parameter tambahan juga akan dilacak, seperti waktu yang dibutuhkan pasien untuk keluar dari unit perawatan intensif (ICU) dan tingkat kelangsungan hidup pasien.

“Penggunaan kembali obat yang ada menjadi strategi global yang amat berharga untuk mengobati Covid-19. Topotecan adalah kandidat yang menarik karena aman dan murah dengan formulasi generik yang ada di seluruh dunia,” tutur Dr Jeyasekharan.

Satu botol Topotecan—yang berisi 4mg obat—dibanderol sekitar 60 dolar AS (Rp876.000) di Singapura.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut