Roman Abramovich Muncul di Negosiasi Damai Rusia-Ukraina Setelah Diisukan Keracunan
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negaranya siap membuka lebar-lebar pintu bagi pengusaha atau oligarki Rusia untuk berbisnis, termasuk Abramovich. Para oligarki Rusia bisa berbisnis di negaranya selama menghormati hukum nasional dan internasional.
“Tentu saja jika itu legal, tidak bertentangan dengan hukum internasional, saya akan mempertimbangkannya. Jika bertentangan dengan hukum internasional, itu lain cerita," kata Cavusoglu.
Saat ditanya soal dua kapal pesiar Abramovich yang merapat di Turki, Cavusoglu menegaskan Turki tetap berpegangan terhadap sikap PBB.
Penyitaan yang menargetkan properti oligarki Rusia itu diberlakukan oleh negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, bukan PBB. Aset-aset Abramovich juga dibekukan oleh Inggris serta dikenai larangan bepergian.
Namun Turki yang juga anggota NATO serta memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan Ukraina tak mengikuti langkah Barat.
Turki menegaskan sikapnya mengecam invasi Rusia ke Ukraina serta menawarkan diri sebagai mediator untuk membantu mengakhiri perang.
"Kita harus menemukan jalan keluar yang menyelamatkan muka atau jalan keluar terhormat bagi kedua pihak," kata Cavusoglu.
Editor: Anton Suhartono