Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Akan Serang Ukraina jika Ada Warganya yang Dibunuh Terang-terangan

Selasa, 15 Februari 2022 - 14:30:00 WIB
Rusia Akan Serang Ukraina jika Ada Warganya yang Dibunuh Terang-terangan
Vladimir Chizhov menegaskan Rusia tak akan menyerang Ukraina jika tidak diprovokasi (Foto: Perwakilan Khusus Rusia untuk UE)
Advertisement . Scroll to see content

Ukraina sudah dua kali mengalami revolusi, yakni pada 2005 dan 2014 dan Rusia dituding berada di balik gejolak politik. Saat revolusi pada 2014, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dilengserkan. Kondisi kacau di Ukraina itu dimanfaatkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok Kremia, wilayah otonomi Ukraina yang terletak di semenanjung Laut Hitam. Perang pun tak terhindarkan antara pasukan Rusia dan kelompok-kelompok separatis Kremia yang didukung Ukraina.

Melalui referendum, Krimea pun jatuh ke pelukan Rusia. Namun hingga kini agresi Rusia itu tidak diakui PBB. Sejak itu pula berbagai perundingan digelar untuk mengakhiri konflik Kremia.

Tahun lalu Rusia kesal karena Ukraina menjalin kerja sama dengan NATO. Ada indikasi negara itu juga ingin menjadi anggota pakta pertahanan Atlantik tersebut. Inilah yang kemudian memicu kemarahan Putin hingga mengerahkan pasukan ke perbatasan Ukarina. Pengamat militer meyakini pengerahan kekuatan militer Rusia ke Ukraina ini merupakan yang terbesar sejak Perang Dingin.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut