Rusia Bantah Tuduhan AS Eksekusi Mati Pasukan di Ukraina: Imajinasi Berlebihan!
WASHINGTON, iNews.id - Misi diplomatik Rusia di Amerika Serikat (AS) membantah pernyataan Gedung Putih soal eksekusi tentara yang berperang di Ukraina. Sebelumnya Juru Bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan telah mendapat informasi bahwa pasukan Rusia yang menolak perintah di lapangan ditembak mati.
Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Washington DC menyebut pernyataan itu sebagai kebohongan besar dan imajinasi.
“Siapa pun yang melontarkan kebohongan-kebohongan dunia lain ini hanya orang yang memiliki imajinasi berlebihan,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Washington DC, seperti dikutip dari RIA Novosti.
Disebutkan pula, pernyataan itu disampaikan guna membenarkan kegagalan serangan balik tentara Ukraina terhadap posisi Rusia.
"Mari kita katakan dengan penuh tanggung jawab, semua sindiran soal masalah ini yang disampaikan juru bicara Gedung Putih adalah sebuah kebohongan," isi pernyataan.
Kirby mengatakan pada Kamis lalu, pemerintah AS mendapat informasi bahwa militer Rusia mengeksekusi tentara yang menolak perintah.
“Kami juga mendapat informasi bahwa komandan Rusia mengancam akan mengeksekusi seluruh unit jika berusaha mundur dari tembakan artileri Ukraina,” katanya.
Dia tidak menyertakan bukti atas pernyataan tersebut.
Ukraina melancarkan serangan balasan yang diklaim berhasil merebut kembali desa-desa di selatan dan timur yang sempat diduduki pasukan Rusia. Meski demikian pergerakan kemajuan mereka lebih lambat dibandingkan serangan tahun lalu melalui wilayah timur laut Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat kemarin mengatakan, kerugian yang diderita Rusia meningkat signifikan dalam seminggu terakhir. Setidaknya satu brigade pasukan yang berusaha maju ke Kota Avdiivka mengalami kekalahan.
Editor: Anton Suhartono