Rusia Murka Alquran Lagi-Lagi Dibakar: Provokasi Bodoh!
KOPENHAGEN, iNews.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Kopenhagen, Denmark, mengecam keras aksi pembakaran Alquran yang dilakukan ekstremis sayap kanan Rasmus Paludan. Pembakaran Alquran terbaru oleh Paludan dilakukan di depan masjid Kedubes Turki di Kopenhagen pada Jumat lalu.
Dalam pernyataan, Kedubes Rusia menyebut pembakaran Alquran itu bisa terjadi karena sikap permisif otoritas Denmark.
Disebutkan pula, aksi tersebut tidak ada kaitannya dengan kebebasan berbicara, melainkan hanya provokasi bodoh.
"Peluang aksi seperti itu harus dihindari sepenuhnya dan penyelenggaranya harus diseret ke pengadilan," bunyi pernyataan kedubes di Telegram, seperti dilaporkan RT.
Nekat, Rasmus Paludan Dilaporkan Akan Gelar Aksi Bakar Alquran Tiap Jumat
“Ejekan publik terhadap perasaan beragama bukanlah manifestasi dari kebebasan berbicara dan demokrasi, tapi provokasi bodoh secara terang-terangan yang bertujuan untuk membangkitkan ketegangan agama dan konflik antar-peradaban.”
Rasmus Paludan yang juga pemimpin partai politik Denmark Stram Kurs atau Garis Keras membakar Alquran pada Jumat lalu. Itu merupakan aksi keduanya yang dilakukan di depan Kedubes Turki setelah 2 pekan lalu di Stockholm, Swedia.
Usai Insiden Pembakaran Alquran, 92,5 Persen Warga Turki Tolak Swedia Gabung NATO
Paludan bisa melancarkan aksinya dengan leluasa karena mendapat izin dari otoritas Swedia maupun Denmark. Bahkan di Kopenhagen dia membakar tiga mushaf Alquran.
Alquran Dibakar di Swedia, Rusia Mengutuk Keras: Itu Tindakan Kriminal!
Dalam wawancara dengan surat kabar Swedia, Aftonbladet, Paludan mengatakan aksinya itu dilatarbelakangi kebencian terhadap Islam. Selain itu dia menyalahkan Turki yang tak mau menerima keanggotaan Swedia di NATO.
Esktermis itu juga bertekad akan membakar Alquran setiap Jumat di depan kedubes Turki di Kopenhagen sampai Turki menerima keanggotaan Swedia di NATO.
Kedubes Turki di Kopenhagen mengecam keras pembakaran Alquran pada Jumat yang menyebutnya sebagai kejahatan rasial. Kemlu Turki juga sudah memanggil Dubes Denmark.
Editor: Anton Suhartono