Rusia Ngamuk Bombardir Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas
Gudang amunisi yang menjadi target serangan
sedang terisi penuh bahan peledak.
Kejaksaan Agung Ukraina akan menyelidiki dugaan pelanggaran pidana yakni kelalaian oleh perusahaan. Penyelidikan akan berfokus pada legalitas penyimpanan benda dan bahan peledak di area padat penduduk.Jaksa juga akan menyelidiki apakah perusahaan yang tersebut memiliki izin dan persetujuan yang diperlukan untuk menyimpan amunisi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, serangan tersebut diikuti dengan ledakan dahsyat. Namun dia enggan memberi penjelasan rinci mengenai lokasi kejadian. Zelensky hanya memastikan proses hukum pidana akan dilakukan.
"Ada peraturan yang berlaku, amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah atau kawasan permukiman lain," kata Zelensky.
Selain terhadap gudang amunisi, serangan Rusia ke Kota Kiev pada Sabtu dini hari menewaskan tiga orang, termasuk seorang bocah berusia 2 tahun, serta remaja perempuan 14 tahun.