Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Komersial Pertama Buatan China C919 Terbang Internasional Perdana
Advertisement . Scroll to see content

RUU Ekstradisi, Aktivis: Pemimpin Hong Kong Bersalah dan Harus Mundur

Senin, 17 Juni 2019 - 10:02:00 WIB
RUU Ekstradisi, Aktivis: Pemimpin Hong Kong Bersalah dan Harus Mundur
Kerumunan besar warga memadati Hong Kong pada akhir pekan untuk protes terhadap rencana pemerintah memberlakukan RUU ekstradisi ke China. (FOTO: AFP / Philip FONG)
Advertisement . Scroll to see content

Pembebasannya ini muncul usai Hong Kong diguncang oleh protes anti-pemerintah bersejarah. Aksi ini dipicu rencana untuk memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong ke China.

Berbicara kepada media di luar Lembaga Pemasyarakatan Lai Chi Kok, pria berusia 22 tahun itu meminta pengunjuk rasa untuk melanjutkan protes.

"Kami menuntut Carrie Lam untuk mundur, sepenuhnya mencabut undang-undang ekstradisi, dan mencabut label 'kerusuhan'," katanya, merujuk pada istilah Lam, untuk menggambarkan pengunjuk rasa di awal pekan ini.

Dia juga mengecam pihak berwenang karena menembakkan gas air mata dan peluru karet selama bentrokan keras antara pengunjuk rasa dan polisi.

"Ketika saya di penjara, saya melihat Carrie Lam menangis di siaran langsung televisi. Yang bisa saya katakan adalah, ketika dia meneteskan air mata, warga Hong Kong menumpahkan darah di Admiralty," katanya, merujuk pada distrik tempat bentrokan terjadi.

Sebelumnya, ratusan ribu demonstran menuntut pemimpin Carrie Lam mundur. Warga menilai Carrie Lam harus mengundurkan diri meski pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi ke China ditunda.

Carrie Lam dinilai dapat meloloskan RUU ekstradisi yang diprotes keras oleh para demonstran. Mereka tetap mendesak Carrie Lam mundur meski dia sudah meminta maaf.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut