RUU Ekstradisi, Aktivis: Pemimpin Hong Kong Bersalah dan Harus Mundur

Nathania Riris Michico ยท Senin, 17 Juni 2019 - 10:02 WIB
RUU Ekstradisi, Aktivis: Pemimpin Hong Kong Bersalah dan Harus Mundur

Kerumunan besar warga memadati Hong Kong pada akhir pekan untuk protes terhadap rencana pemerintah memberlakukan RUU ekstradisi ke China. (FOTO: AFP / Philip FONG)

HONG KONG, iNews.id - Aktivis Hong Kong, Joshua Wong, meminta pemimpin pro-China Carrie Lam untuk mengundurkan diri. Hal itu disampaikan setelah dia bebas dari penjara pada Senin (17/6/2019), usai aksi protes besar-besaran kembali mengguncang Hong Kong sejak Sabtu (15/6/2019).

"Dia tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin Hong Kong," kata Wong, kepada wartawan, seperti dilaporkan AFP.

"Dia harus disalahkan dan mengundurkan diri, bertanggung jawab, dan mundur."

Joshua Wong, pemimpin mahasiswa yang menjadi wajah protes demokrasi "Gerakan Payung" Hong Kong pada 2014, dibebaskan dari penjara pada Senin (17/6/2019).

BACA JUGA: RUU Ekstradisi: Dituntut Mundur, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Wong, yang mengenakan kemeja putih, berjalan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Lai Chi Kok dan langsung dikerumuni oleh media dan pendukungnya.

Wong dijebloskan ke penjara pada Mei setelah dituduh bersalah atas protes besar yang dia pimpin pada 2014 itu.

Pembebasannya ini muncul usai Hong Kong diguncang oleh protes anti-pemerintah bersejarah. Aksi ini dipicu rencana untuk memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong ke China.

Berbicara kepada media di luar Lembaga Pemasyarakatan Lai Chi Kok, pria berusia 22 tahun itu meminta pengunjuk rasa untuk melanjutkan protes.

"Kami menuntut Carrie Lam untuk mundur, sepenuhnya mencabut undang-undang ekstradisi, dan mencabut label 'kerusuhan'," katanya, merujuk pada istilah Lam, untuk menggambarkan pengunjuk rasa di awal pekan ini.

Dia juga mengecam pihak berwenang karena menembakkan gas air mata dan peluru karet selama bentrokan keras antara pengunjuk rasa dan polisi.

"Ketika saya di penjara, saya melihat Carrie Lam menangis di siaran langsung televisi. Yang bisa saya katakan adalah, ketika dia meneteskan air mata, warga Hong Kong menumpahkan darah di Admiralty," katanya, merujuk pada distrik tempat bentrokan terjadi.

Sebelumnya, ratusan ribu demonstran menuntut pemimpin Carrie Lam mundur. Warga menilai Carrie Lam harus mengundurkan diri meski pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi ke China ditunda.

Carrie Lam dinilai dapat meloloskan RUU ekstradisi yang diprotes keras oleh para demonstran. Mereka tetap mendesak Carrie Lam mundur meski dia sudah meminta maaf.


Editor : Nathania Riris Michico