Saat Hubungan Memanas, China Kembali Vonis Mati Warga Kanada karena Narkoba

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 16:26 WIB
Saat Hubungan Memanas, China Kembali Vonis Mati Warga Kanada karena Narkoba

Ilustrasi vonis hakim di pengadilan. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Pengadilan China memvonis mati seorang warga negara Kanada, Xu Weihong, pada Kamis (6/8/2020). Oleh beberapa kalangan, putusan itu dinilai dapat semakin mengobarkan ketegangan hubungan Tiongkok dan Kanada.

AFP melansir, Pengadilan Tinggi Guangzhou menyatakan telah menjatuhkan hukuman mati kepada Xu Weihong karena memproduksi obat-obatan terlarang. Di samping itu, semua properti pribadi lelaki itu akan disita.

Hukuman terhadap Xu Weihong dijatuhakan tatkala hubungan diplomatik antara China dan Kanada sedang memanas. Pada 4 Juli lalu, Kanada menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai bentuk protes atas pemberlakuan UU Keamanan Nasional di wilayah bekas jajahan Inggris itu oleh China.

Sebagai balasannya, pada akhir Juli lalu China juga mengumumkan langkah serupa, yakni menangguhkan perjanjian ekstradisi dan bantuan peradilan Hong Kong dengan Kanada.

Tahun lalu, China juga menghukum mati dua warga Kanada lainnya atas tuduhan perdagangan narkoba. Kala itu, hubungan diplomatik China dan Kanada tengah memanas karena penangkapan eksekutif Huawei, Meng Wanzhou. Petinggi perusahaan telekomunikasi China itu ditangkap di Kanada atas permintaan AS dengan tuduhan melanggar sanksi Amerika terhadap Iran.

Permohonan grasi Kanada untuk warganya, Robert Lloyd Schellenberg dan Fan Wei, sejauh ini belum dikabulkan China. Selain itu, Beijing juga menahan dua warga negara Kanada, termasuk seorang mantan diplomat, atas tuduhan mata-mata, dalam sebuah tindakan yang secara luas dianggap sebagai pembalasan atas penangkapan Meng.

Pada Juni lalu, China secara resmi mendakwa mantan diplomat Kanada, Michael Kovrig, dan pengusaha Michael Spavor, setelah mereka ditahan di negara itu pada Desember 2018.

Editor : Ahmad Islamy Jamil