Saksikan Penandatanganan Kesepakatan AS-Taliban di Qatar, Menlu Retno: Ini Langkah Awal

Stefani Patricia ยท Sabtu, 29 Februari 2020 - 16:54 WIB
Saksikan Penandatanganan Kesepakatan AS-Taliban di Qatar, Menlu Retno: Ini Langkah Awal

Retno Marsudi mewakili Indonesia menyaksikan penandatanganan kesepakatan damai AS-Taliban di Doha, Qatar (Foto: iNews)

DOHA, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan kelompok militan Afghanistan, Taliban, akan meneken kesepakatan di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020), sebagai langkah awal menuju penarikan seluruh pasukan AS sejak perang 18 tahun lalu.

Penandatanganan kesepakatan bersejarah ini juga disaksikan perwakilan dari beberapa negara yang turut berkontribusi menciptakan perdamaian di Afghanistan, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengutus Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menjadi saksi penandatanganan kesepakatan tersebut.

Indonesia juga diwakili langsung oleh Menlu Retno Marsudi, menyaksikan penandatanganan yang berlangsung pukul 15.45 waktu setempat atau 19.45 WIB.

Dalam wawancara ekskusif dengan jurnalis iNews, Stefani Patricia, dari Doha, Retno mengatakan Indonesia merupakan salah satu co-facilitators perdamaian Afghanistan.

"Indonesia adalah salah satu co-facilitator dari proses perdamaian Afghanistan. Hari ini insya Allah akan ada penandatanganan kesepakatan damai antara AS dengan Taliban. Tentunya kesepakatan damai ini perlu disambut dengan baik tetapi kita ingat bahwa kesepakatan damai ini masih merupakan langkah sangat awal," kata Retno.

Menurut dia, ada langkah lanjutan yang tidak kalah penting untuk mewujudkan perdamaian seutuhnya di negara yang sudah dilanda gejolak sejak puluhan tahun lalu itu.

"Langkah-langkah lanjutan yang tak kalah pentingnya yaitu intra-Afghanistan dialogue yang merupakan perundingan, yang nantinya mudah-mudahan akan mencapai kesepakatan antara pihak-pihak Afghanistan sendiri. Karena konflik ini harus diselesaikan oleh para pihak di sana," ujar Retno.

Indonesia, lanjut Retno, berkontribusi sejak lama untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan dan masih akan berlanjut. Salah satu peran yang dimainkan Indonesia adalah membantu pemberdayaan perempuan.

"Setelah dari Doha, saya akan lanjutkan perjalanan ke Kabul, tentunya bertemu dengan pemerintah yang ada di Kabul dan juga membawa sejumlah perempuan Indonesia karena kita akan membangun Indonesia-Afghanistan Women Network," tuturnya.

Isu perempuan merupakan salah satu building block yang akan disumbangkan ke Afghanistan.

"Jadi, sekali lagi Bismillah mudah-mudahan awal yang baik ini akan berakhir dengan baik," katanya.

Editor : Anton Suhartono