Saling Tuduh, Mantan Kepala Badan Intelijen Israel Shin Bet Gugat Netanyahu
Bar mengundurkan diri pada Juni 2025, dengan mengatakan seluruh sistem di badan intelijen itu runtuh dan Shin Bet gagal membunyikan alarm peringatan.
Namun Bar juga menegaskan saat itu, dia mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab sebagai kepala badan intelijen seraya menegaskan telah memperingatkan Netanyahu sebelum 7 Oktober tentang potensi ancaman terkait Hamas.
Dia menegaskan telah menelepon sekretaris militer perdana menteri saat itu setelah muncul tanda-tanda kemungkinan serangan. Dia tidak memiliki nomor telepon Netanyahu sehingga menghubungi sekretaris militer.
Bar menuntut ganti rugi sebesar 3 juta shekel atau sekitar Rp17,3 miliar dari Netanyahu.
Hamas menyerang Israel dalam operasi yang diberi nama Badai Al Aqsa menggunakan pikap dan paralayang. Serangan itu menewaskan 1.221 orang.
Israel membalas dengan menggelar serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, yang telah menewaskan lebih dari 74.300 orang. Militer Zionis bahkan terus menyerang Gaza meski di tengah gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Editor: Anton Suhartono