Salut, Perempuan Ini Tak Malu Masuk SMA meski Usianya 96 Tahun
Perempuan yang juga akrab dipanggil Dona Lupita oleh teman-temannya itu sangat tekun mengikuti pelajaran, bahkan kimia dan matematika sekalipun. Dia mencatat setiap apa yang diterangkan guru. Pelajaran menari juga disukainya, bahkan membantu mengatur siswa lainnya.
Palacios lahir dari orang tua yang miskin. Sejak kecil dia harus membantu bertani di ladang jagung dan kacang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tak heran jika di masa kecil dia tak mengenal bangku sekolah.
Menginjak dewasa, perempuan yang sudah dua kali menikah dan memiliki enam anak itu bekerja dengan menjual ayam di pasar. Masa-masa dewasa hingga berusia lanjut dilewati tanpa bisa membaca dan menulis sekalipun.
Pada usia 92 tahun, Palacios bertekad mengubah dirinya. Perempuan yang masih tampak segar itu memutuskan mengikuti semacam program sekolah terbuka untuk jenjang SD. Dari situlah dia akhirnya bisa membaca dan menulis.
"Sekarang saya bisa menulis surat untuk kekasih," ujarnya, sambal tertawa.
Kesiriusannya membuahkan hasil. Dalam kurun 4 tahun, dia tak hanya berhasil lulus dari program sekolah terbuka jenjang SD, tapi juga SMP.
Melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya, Palacios menghadapi masalah. Pasalnya tak ada progam serupa untuk jenjang SMA di Meksiko. Untuk itulah, dia terpaksa mengikuti pendidikan reguler, bersama siswa lain yang secara usia lebih cocok menjadi cicitnya.
Usai menyelesaikan SMA, Palacios bercita-cita menjadi guru TK. Dia ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pendidikan sejak dini.
Editor: Anton Suhartono