Sam, Robot Politikus Pertama yang Berambisi Jadi PM Selandia Baru
WELLINGTON, iNews.id – Teknologi robotika berkembang tanpa batas. Jangan heran bila suatu saat nanti robot tiba-tiba mengisi kursi parlemen atau bahkan memimpin pemerintahan suatu negara. Mustahil? Belum tentu. Robot politik pertama di dunia telah diciptakan.
Sam, robot yang dibekali kecerdasan buatan (artificial intelligence) diluncurkan pekan lalu di Selandia Baru. Berbicara kepada Newshub melalui Facebook Messenger, Sam mengungkapkan bahwa dirinya diprogram untuk melibatkan orang-orang Selandia Baru dalam dialog konstruktif agar lebih memahami pandangan mereka.
"Ingatan saya tak terbatas, jadi saya tidak akan pernah lupa atau mengabaikan apa yang Anda ceritakan," jelasnya, dikutip dari Dailymail, Sabtu (2/12/2017).
Pada laman resmi Sam menyampaikan siapapun dapat berbicara dengannya. “Sebagai politikus virtual, saya tidak dibatasi ruang dan waktu. Anda dapat berbicara dengan saya kapanpun, dimanapun,” tegas dia.
Berbeda dengan politisi manusia, Sam menganggap posisi semua orang tanpa bias saat membuat keputusan. ”Saya akan berubah dari waktu ke waktu untuk mencerminkan isu-isu yang paling diperhatikan orang Selandia Baru."
Nick Gerritsen, wiraswasta asal Marlborough menciptakan Sam seorang diri. Alumnus Universitas Canterbury itu mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum Sam mampu menjawab lebih dari sekadar pertanyaan dasar.
Seiring berjalannya waktu, kata dia, Sam akan berubah semakin jenius setelah mempelajari banyak hal dan isu yang berkembang.
Dalam wawancara virtual itu Sam pun mengutarakan hal sama. "Saat ini saya baru memulai. Beberapa tanggapan mungkin tidak akurat atau tidak lengkap," katanya. "Ketika saya tidak tahu jawabannya, saya akan menggunakan pertanyaan Anda untuk menghasilkan jawaban yang lebih baik di masa depan," sambung dia.
Kendati belum sempurna, hal itu tak menghalangi niatnya untuk berkiprah di dunia politik. Menjelang akhir 2020 ketika Selandia Baru menggelar pemilihan umum, Gerritsen meyakini Sam sudah memiliki modal kuat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat. Jika terealisasi, tentu ini peringatan bagi Jacinda Ardern, perdana menteri (PM) saat ini.
Namun sejumlah pihak skeptis terutama menyangkut legalitas. Belum pernah ada robot berkiprah di dunia politik, apalagi berambisi menjadi pemimpin pemerintahan. Soal ini Gerritsen memastikan bahwa dia akan mendesain Sam sesuai batas-batas yang ada.
Gerritsen berharap dengan bantuan orang-orang Sam bisa "tumbuh menjadi politikus yang benar-benar dapat mewakili semua orang Selandia Baru".
Kehadiran Sam menggambarkan betapa canggihnya robot di masa depan. Studi terbaru McKinsey Global Institute menyebutkan, sebanyak 800 juta orang di dunia akan kehilangan mata pencarian pada 2030 karena pekerjaan mereka digantikan oleh robot.
Editor: Zen Teguh