Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Siapkan Kapal Induk USS Gerald Ford Lindungi Israel dari Serangan Iran
Advertisement . Scroll to see content

Saudi, Malaysia dan Brunei Jadi Negara Terburuk bagi yang Tak Beragama

Minggu, 04 November 2018 - 17:14:00 WIB
Saudi, Malaysia dan Brunei Jadi Negara Terburuk bagi yang Tak Beragama
Saudi menjadi negara terburuk bagi ateis karena menyamakan atesime dengan terorisme dan mempersekusi pegiat liberal. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

"Ini merupakan yang pertama di dunia. Untuk pertama kalinya laporan kami memperlihatkan, secara meyakinkan dan tepat, diskriminasi yang dihadapi orang di dunia karena tidak percaya pada agama. Laporan ini memperlihatkan gambaran yang suram, terkait dengan diskriminasi signifikan yang dihadapi teman dan kolega yang tidak beragama di dunia," kata Presiden IHEU, Andrew Copson, lewat situsnya.

Negara-negara terburuk di dunia terkait kebebasan berpikir. (Foto: IHEU)

Dia mengatakan, saat terjadi peningkatan nasionalisme, orang-orang yang cukup berani mengecam pemimpin keagamaan konservatif karena dipandang buruk, tidak patriotik, dan subversif.

Meskipun pemeringkatan baru dilakukan pertama kali, keadaan kebebasan berpikir di Indonesia tidak berubah banyak dan dipandang tetap buruk dengan peringkat 183 dari 196 negara yang diteliti IHEU.

"Itu cukup tinggi, cukup buruk terkait dengan angka yang terakumulasi untuk sebuah negara. Dan ini terutama karena masalah kurangnya sekularisme. Terdapat banyak norma dan nilai agama yang ada di dalam ideologi negara. Ini tidak terlalu berubah (jika dibandingkan dengan sebelumnya) untuk negara-negara yang buruk (peringkatnya)," kata direktur komunikasi dan kampanye IEHU, Bob Churchill.

Negara-negara terbaik di dunia terkait kebebasan berpikir. (Foto: IHEU)

Terkait dengan kasus tuduhan ateisme, IHEU memandang tidak terjadi kasus sebesar yang dialami Alexander Aan, PNS di Sumatera Barat yang dihukum 2,5 tahun penjara pada 2012 karena terbukti menyebarkan kebencian lewat Facebook.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut