Seekor Harimau Betina Terkam 13 Orang hingga Tewas, Warga Resah
Pada malam hari, para pria muda dari beberapa desa berpatroli dengan membawa obor dan tongkat bambu. Patroli mengundang risiko ini terpaksa mereka lakoni sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak berwenang yang tidak bisa menghentikan pembunuhan oleh harimau. Pada Agustus lalu saja, ada tiga warga desa yang tewas.
Para ahli mengatakan, tidak biasa seekor harimau menyerang banyak orang.
Populasi harimau India yang awalnya masuk kategori terancam punah, kini sudah melonjak berkat program konservasi. Namun di sisi lain, peningkatan populasi hewan karnivora ini menimbulkan masalah baru, yakni persaingan wilayah dengan manusia.
Menjawab keluhan warga, polisi hutan melakukan operasi besar-besaran, termasuk mengerahkan penembak jitu yang menggunakan peluru obar bius. Mereka masuk ke hutan menggunakan kendaraan dan gajah. Setelah tertangkap, harimau itu akan dikirim ke kebun binatang.
"Saya tidak ingin membunuh hewan yang cantik ini. Tapi ada banyak tekanan politik dan publik yang luar biasa," kata KM Abharna, seorang pejabat kehutanan di Pandharkawada, yang terletak di dekat perbatasan negara bagian Maharashtra dan Andhra Pradesh, dikutip dari The New York Times, Minggu (9/9/2018).
Upaya konservasi menggunakan teknologi serta pemberlakuan aturan yang ketat terkait perlakuan atas satwa liar menyebabkan peningkatan jumlah harimau yang tajam, yakni dari 1.411 ekor pada 2006 menjadi sekitar 2.500 saat ini. Jumlah ini berarti setengah lebih dari populasi harimau India di dunia yang mencapai 4.000 ekor. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan konflik.
Editor: Anton Suhartono