Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Headline iNEWS.ID: Panas! India dan Pakistan Saling Usir Warga terkait Serangan Teror di Kashmir
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Kelam Kashmir: Konflik Panjang India dan Pakistan yang Belum Berakhir

Sabtu, 26 April 2025 - 07:03:00 WIB
Sejarah Kelam Kashmir: Konflik Panjang India dan Pakistan yang Belum Berakhir
Sejarah Kelam Kashmir: Konflik Panjang India dan Pakistan yang Belum Berakhir
Advertisement . Scroll to see content

Perang Kargil 1999 menjadi salah satu konflik terbesar pasca-perang dingin, ketika pasukan Pakistan menyusup ke Kargil di sisi India. India memenangkan konflik ini, didukung tekanan diplomatik terhadap Pakistan.

Krisis dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Wilayah Kashmir kerap menjadi lokasi pelanggaran HAM yang dilaporkan oleh berbagai lembaga internasional. Dalam laporan tahun 2018 dan 2019, Kantor Komisioner HAM PBB (OHCHR) menyoroti penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan kekerasan oleh aparat keamanan maupun kelompok bersenjata.

Pada Agustus 2019, pemerintah India mencabut Pasal 370 Konstitusi India yang memberikan status otonomi khusus bagi Jammu dan Kashmir. 

Tindakan ini memperburuk ketegangan, menyebabkan pembatasan komunikasi, penangkapan massal, dan protes besar di wilayah tersebut. 

Insiden 2025: Serangan Teroris di Pahalgam

Ketegangan terbaru terjadi pada April 2025, saat 26 wisatawan tewas akibat serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok militan di distrik Anantnag, Kashmir. 

India menyalahkan kelompok teroris lintas batas, sementara Pakistan membantah keterlibatan. Insiden ini memicu reaksi keras India dan memperburuk hubungan bilateral. 

Sejarah kelam Kashmir bukan hanya tentang konflik wilayah, melainkan juga tragedi kemanusiaan, ketegangan politik, dan pertarungan ideologi. 

Selama belum ada solusi damai yang disepakati kedua pihak, Kashmir akan tetap menjadi titik api konflik Asia Selatan.

Editor: Zulhilmi Yahya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut