Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bencana Tewaskan 618 Orang di Sri Lanka Belum Berakhir, kini Muncul Peringatan Longsor
Advertisement . Scroll to see content

Selain Gereja, Sekolah Sri Lanka Juga Tutup Setelah Ancaman Teror Baru

Jumat, 03 Mei 2019 - 10:16:00 WIB
Selain Gereja, Sekolah Sri Lanka Juga Tutup Setelah Ancaman Teror Baru
Seorang tentara Sri Lanka menjaga gereja St. Sebastian di kota Negombo, Rabu (1/5). (FOTO: REUTERS)
Advertisement . Scroll to see content

KOLOMBO, iNews.id - Kardinal Katolik Sri Lanka menerima informasi dari pihak asing bahwa ada upaya-upaya untuk menyerang gereja dan institusi gereja pekan ini. Akibatnya, seluruh ibadah misa hari Minggu besok di seluruh gereja di Sri Lanka dibatalkan.

Kardinal Malcolm Ranjith merupakan uskup agung yang mengkritisi kegagalan pemerintah Sri Lanka mengambil tindakan preventif terhadap informasi yang diberikan badan intelijen India sebelumnya tentang potensi serangan pada Paskah 21 April lalu.

Dalam suratnya, Ranjith mengatakan dia menutup seluruh gereja dan membatalkan misa untuk publik di Sri Lanka hingga pemberitahuan lebih lanjut. Tak hanya itu, seluruh sekolah Katolik juga ditutup.

"Demi kebaikan Anda sendiri, kami memutuskan untuk menutup institusi-institusi itu," tulisnya, seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (3/5/2019).

Juru bicara gereja, Pastur Edmund Thilakaratne, dalam wawancara dengan Associated Press memastikan keotentikan surat Kardinal Ranjith. Namun dia menolak merinci lebih jauh.

Kelompok militan di Sri Lanka yang terkait ISIS melakukan serangkaian serangan terhadap gereja dan hotel mewah di Sri Lanka pada hari Paskah lalu, menewaskan sedikitnya 257 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut