Selidiki Rencana Pembunuhan Tokoh Sikh, Pejabat AS Kunjungi India
WASHINGTON, iNews.id - Penasehat keamanan nasional Gedung Putih, Jon Finer, memimpin delegasi Amerika Serikat (AS) ke New Delhi. Delegasi itu akan bekerja sama dengan pemerintah India untuk menyelediki rencana pembunuhan tokoh Sikh yang dituding separatis di New York beberapa waktu lalu.
"Jon Finer mengakui pembentukan Komite Penyelidikan oleh India untuk menyelidiki rencana berbahaya di Amerika Serikat," kata Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/12/2023).
Minggu lalu, Departemen Kehakiman AS menuduh seorang pejabat pemerintah India mengarahkan rencana pembunuhan tokoh separatis Sikh yang gagal dilakukan. Pejabat India dituding menjadi dalang rencana pembunuhan itu.
Pejabat AS telah menyebut target upaya pembunuhan itu sebagai Gurpatwant Singh Pannun, seorang separatis Sikh dan warga negara ganda Amerika Serikat dan Kanada.
Kanada Tarik 41 Diplomat dari India, Buntut Konflik soal Pembunuhan Tokoh Sikh
Sebagai respons, India menyatakan keprihatinan terkait salah satu pejabat pemerintahnya yang dikaitkan dengan plot tersebut, yang secara tegas diambil alih sebagai bertentangan dengan kebijakan pemerintah.
India mengatakan minggu lalu bahwa mereka akan menyelidiki secara resmi kekhawatiran yang disampaikan oleh AS, dan mengambil tindakan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan temuan dari panel yang dibentuk pada 18 November.
Berita tentang insiden ini muncul dua bulan setelah Kanada mengatakan ada tuduhan yang menghubungkan agen India dengan pembunuhan terhadap pemimpin separatis Sikh lainnya, Hardeep Singh Nijjar, di pinggiran Vancouver. Tuduhan itu sudah dibantah India.
Presiden AS Joe Biden, Penasehat Keamanan Nasional Jake Sullivan, direktur CIA Bill Burns, dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken telah membahas isu ini dengan India dalam beberapa minggu terakhir.
Isu ini sangat sensitif bagi kedua negara, India dan pemerintahan Biden. Kedua negara berupaya membangun hubungan lebih erat di tengah keberlanjutan China yang dianggap sebagai ancaman bagi kedua demokrasi.
Pemerintah India telah lama mengeluhkan keberadaan kelompok separatis Sikh di luar India. New Delhi melihat mereka sebagai ancaman keamanan. Kelompok-kelompok tersebut tetap menjaga gerakan Khalistan, atau tuntutan akan negara Sikh merdeka yang akan dipisahkan dari India.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq