Selundupkan Orangutan Dalam Koper, Turis Rusia Ditangkap di Bali

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 23 Maret 2019 - 13:42 WIB
Selundupkan Orangutan Dalam Koper, Turis Rusia Ditangkap di Bali

Orangutan berusia dua tahun yang diselamatkan di dalam keranjang rotan setelah upaya penyelundupan oleh turis Rusia di Bandara Bali di Denpasar. (Foto: Badan Konservasi Sumberdaya Alam Bali / AFP)

DENPASAR, iNews.id - Seorang turis Rusia yang berusaha menyelundupkan orangutan yang dibius keluar dari Indonesia dalam kopernya untuk dibawa pulang dan disimpan ditangkap di Bali, Jumat (22/3/2019).

Andrei Zhestkov ditahan di bandara Denpasar pada Jumat malam ketika melewati pemeriksaan keamanan sebelum penerbangan menuju kembali ke Rusia.

Petugas menghentikannya dan membuka kopernya lalu menemukan orangutan jantan berusia dua tahun tidur di dalam keranjang rotan.

"Kami percaya orangutan diberi pil alergi yang membuatnya tertidur. Kami menemukan pil di dalam koper," kata pejabat lembaga konservasi Bali, I Ketut Catur Marbawa, kepada AFP.

"(Zhestkov) tampak siap, seperti sedang mengangkut bayi," tambahnya.

Marbawa juga mengatakan, pria berusia 27 tahun itu juga mengemas susu formula dan selimut bayi untuk orangutan tersebut.

Polisi juga menemukan dua tokek hidup dan lima kadal di dalam koper.

Zhestkov mengatakan kepada pihak berwenang bahwa spesies yang dilindungi itu diberikan oleh temannya, seorang turis Rusia lain yang membeli primata itu seharga 3.000 dolar dari pasar jalanan di Jawa.

Dia mengklaim temannya, yang sudah meninggalkan Indonesia, meyakinkan dia bahwa dia bisa membawa pulang orangutan sebagai hewan peliharaan.

Marbawa menuturkan, pria Rusia itu bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara dan denda 7.000 dolar AS untuk terkait penyelundupan.

Menurut Serikat Internasional untuk Konservasi Alam, orangutan merupakan spesies yang terancam punah, dengan hanya sekitar 100.000 yang tersisa di seluruh dunia.

Empat pria Indonesia ditangkap tahun lalu karena menembak orangutan sebanyak 130 kali dengan pistol udara.

Editor : Nathania Riris Michico