Sembuh setelah Covid-19 Rusak 90 Persen Paru-Paru, Pilot Inggris Puji Layanan Kesehatan Vietnam

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:58 WIB
Sembuh setelah Covid-19 Rusak 90 Persen Paru-Paru, Pilot Inggris Puji Layanan Kesehatan Vietnam

Ilustrasi penanganan pasien pengidap virus corona (Covid-19). (Foto: AFP)

HO CHI MINH CITY, iNews.id – Seorang pilot Inggris yang menghabiskan lebih dari empat bulan untuk bertahan hidup berjuang melawan Covid-19 di Vietnam, telah sembuh dari wabah mematikan itu. Sang pilot kini sudah dipulangkan dan sedang dalam perjalanan menuju negara asalnya.

Pilot bernama Stephen Cameron (42) itu adalah pasien yang paling parah sakitnya di Vietnam sehingga harus dirawat oleh para petugas medis di negara komunis itu. Sampai sejauh ini, Vietnam tidak mencatat satu pun kasus kematian akibat Covid-19, lantaran respons pemerintah setempat yang cepat dan agresif terhadap pandemi global itu.

Lebih dari enam minggu yang lalu, para petugas medis Vietnam memperingatkan bahwa Cameron akan membutuhkan transplantasi ganda untuk paru-parunya, yang hanya berfungsi sekitar 10 persen setelah terserang virus corona. Akan tetapi, setelah hampir empat bulan menjalani perawatan di Rumah Sakit Cho Ray di Kota Ho Chi Minh (termasuk 10 minggu perawatan dengan ventilator), pilot Vietnam Airlines dari Kota Motherwell, Skotlandia, itu dinyatakan sembuh.

“Saya diliputi oleh kemurahan hati orang-orang Vietnam, dedikasi dan profesionalisme para dokter dan perawatnya. Nasib mengatakan bahwa saya seharusnya tidak berada di sini. Karenanya, saya hanya bisa berterima kasih kepada semua orang di sini atas apa yang telah mereka lakukan,” Kata Cameron ketika meninggalkan Rumah Sakit Cho Ray, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/7/2020).

“Saya pergi dengan hati yang bahagia karena akan pulang (ke Inggris). Tetapi saya juga sedih karena harus meninggalkan begitu banyak orang yang telah menjadi teman-teman saya di sini,” ucapnya.

Wakil Kepala ICU Rumah Sakit Cho Ray, Tran Thanh Linh mengatakan, usaha keras dan energi besar telah dikerahkan untuk menyelamatkan Cameron. Selama perawatan, sang pilot diberi peralatan medis terbaik yang dimiliki negara itu. Kasus infeksi yang menimpa Cameron telah menarik perhatian semua orang di Vietnam, mulai dari dokter hingga pejabat pemerintah.

Beberapa minggu setelah tiba di Vietnam pada awal Februari lalu, Cameron menghabiskan malam di Kota Ho Chi Minh. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 18 Maret, dia menjalani tes Covid-19 dan hasilnya positif.

Kabar sakitnya Cameron menyedot perhatian media besar kala itu, lantaran dokter mengatakan sakitnya terbilang parah dan dia membutuhkan transplantasi paru-paru. Dia pun telah bertemu dengan 59 pihak yang menawarkan donasi, menurut Kementerian Kesehatan Vietnam.

Akan tetapi, setelah bangun dari koma pada akhir Mei lalu, ada tanda-tanda perbaikan kecil pada kondisi kesehatan Cameron. Setiap kemajuan dalam proses perawatannya pun kerap menjadi berita utama di Vietnam.

Akhirnya pada Sabtu ini, ketika media pemerintah mengatakan tagihan perawatan Cameron telah mencapai setidaknya 150.000 dolar AS (Rp2,16 miliar), Cameron dinyatakan cukup sehat untuk diberangkatkan ke London lewat penerbangan repatriasi khusus. Dalam perjalanannya ke Eropa itu, dia ditemani oleh tiga dokter, menurut media Pemerintah Vietnam.

Sampai sejauh ini, Vietnam hanya memiliki 370 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi. Dari jumlah itu, tidak ada kematian sama sekali.

Editor : Ahmad Islamy Jamil