Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Tertekan di Perang AS-Israel vs Iran, Ditutup di Rp16.872
Advertisement . Scroll to see content

Serang Iran Habis-habisan, Persediaan Rudal AS Semakin Menipis

Selasa, 03 Maret 2026 - 16:50:00 WIB
Serang Iran Habis-habisan, Persediaan Rudal AS Semakin Menipis
Persediaan senjata Amerika Serikat, terutama rudal serang dan pertahanan, terkuras signifikan akibat perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Persediaan senjata Amerika Serikat (AS), terutama rudal, terkuras signifikan akibat perang melawan Iran. Rudal serang darat Tomahawk serta sistem pencegat SM-3 terkuras dalam jumlah besar untuk dikerahkan dalam perang di Timur Tengah.

CNN, mengutip seorang sumber pejabat senior AS, melaporkan Departemen Pertahanan (Pentagon) mengantisipasi peningkatan kebutuhan dalam jumlah besar dalam serangan beberapa hari mendatang. Sementara cadangan rudal dan pencegat semakin menipis.

Pejabat tersebut menambahkan, serangan awal dilaporkan melemahkan pertahanan Iran. Fase selanjutnya diperkirakan akan fokus pada penargetan fasilitas produksi rudal, drone, dan kemampuan angkatan laut (AL) Iran.

Pentagon juga menghadapi kekurangan rudal Patriot karena juga telah tersedot untuk Ukraina. Sistem pertahanan udara Ukraina menggunakan sebagian besar persediaan Patriot tersebut selama 4 tahun terakhir terkait perang dengan Rusia.

Sementara itu Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim serangan gabungan dengan Israel sejak Sabtu memberikan hasil signifikan. Disebutkan 11 kapal perang Iran di Teluk Oman dihancurkan.

Presiden AS Donald Trump juga mengklaim 49 pemimpin Iran tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

AS juga mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2 untuk menyerang fasilitas rudal balistik Iran pada Minggu malam.

Sementara itu, AS kehilangan enam personel militer dan 18 lainnya luka parah sejak operasi dimulai.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut