Serangan di Parade Militer Tewaskan 8 Tentara, Iran Tuduh AS
TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyalahkan rezim asing yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dalam serangan di parade militer Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan, Sabtu (22/9/2018).
Pelaku diduga kuat kelompok militan yang kerap beroperasi di perbatasan Iran-Irak.
"Teroris yang direkrut, dilatih, dipersenjatai, dan dibiayai oleh rezim asing, telah menyerang Ahvaz," kata Zarif, dalam cuitannya, dikutip dari AFP.
Dia menegaskan, AS harus bertanggung jawab atas serangan berdarah ini.
"Iran menyimpan (data) sponsor teroris di kawasan dan tuan mereka AS harus bertanggung jawab atas serangan ini," kata dia.
Kantor berita Isna melaporkan, delapan hingga sembilan tentara tewas dalam serangan tersebut dan 20 lainnya luka-luka. Di antara korban terdapat warga sipil.
"Delapan sampai sembilan pasukan militer menjadi martir serta lebih dari 20 lainnya luka. Korban luka dalam kondisi kritis," kata Wakil Gubernur Khuzestan, Ali Hossein Hosseinzadeh.
Beberapa pria melepaskan tembakan dari arah kerumunan penonton parade. Tembakan juga diarahkan ke panggung yang diisi para pejabat setempat. Di antara korban luka merupakan anak-anak dan perempuan.
Parade militer ini diadakan untuk memperingati dimulainya perang Irak-Iran pada 1980. Selain di Ahvaz, parade militer juga digelar di Teheran dan pelabuhan Bandar Abbas.
Editor: Anton Suhartono