Serangan Roket Hantam Kompleks Gedung Kedutaan Besar AS di Irak

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 30 Agustus 2020 - 14:51:00 WIB
Serangan Roket Hantam Kompleks Gedung Kedutaan Besar AS di Irak
Gedung kedutaan Amerika Serikat di Baghdad, Irak, masih mengeluarkan asap usai dihantam serangan roket. (foto: AFP)

BAGHDAD, iNews.id - Sebuah roket Katyusha menghantam kompleks kedutaan di zona hijau yang dijaga ketat di Baghdad, ibu kota Irak, Sabtu (29/8/2020) waktu setempat. Hantaman roket menyebabkan kerusakan gedung, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Sumber polisi Irak mengatakan sirene tanda bahaya di dalam Kedutaan Amerika Serikat berbunyi setelah roket menghantam tanah tak jauh dari gedung. Ledakannya menghancurkan beberapa gedung pemerintahan dan misi asing di kompleks gedung kedutaan.

Seorang saksi mata juga melihat sebuah helikopter melayang di atas lokasi tak lama setelah roket-roket meledak. Tidak ada korban tewas dalam insiden tersebut karena kompleks gedung Kedutaan AS tengah kosong di akhir pekan, demikian dikutip dari Reuters, Minggu (30/8/2020). 

Ini menjadi serangan roket kedua yang menyasar gedung misi asing di Irak dalam sepakan. Pada Kamis lalu, tiga roket menargetkan sebuah gedung di wilayah zona hijau Baghdad, beruntung tidak ada korban tewas maupun luka.

Washington menuduh milisi yang didukung Iran sebagai pelaku penyerangan, pemerintah Iran belum merespons tuduhan Washington tersebut.

Amerika meyakini Iran sengaja mendorong kelompok-kelompok bersenjat kecil dan kurang dikenal untuk melakukan sejumlah rangkaian serangan ke fasilitas milik mereka di Irak.

Irak, yang sering menjadi tempat kekerasan limpahan dari ketegangan AS-Iran, sudah berusaha menghindari konflik regional apa pun.

Ketegangan AS-Iran semakin meningkat setelah miilter AS menggunakan pesawat tanpa awal (drone) melancarkan serangan udara yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan pimpinan paramliliter Irak, Abu Mahdi al-Muhandis di Bandara Baghdad.

Atas insiden itu, milisi yang berpihak pada Iran telah bersumpah untuk membalas kematian para jenderalnya.

Editor : Arif Budiwinarto