Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa
Advertisement . Scroll to see content

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:47:00 WIB
Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas
Biara hancur usai dihantam serangan udara militer di Sagaing, Myamar. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

SAGAING, iNews.id - Sebanyak 14 orang tewas dalam serangan udara militer di sebuah biara di wilayah Myaung, Sagaing, Myanmar, Jumat (21/8/2026) pagi. Seluruh korban dilaporkan merupakan warga lanjut usia (lansia) yang tengah mengikuti kegiatan meditasi.

Dilansir BBC Burmese, Sabtu (22/8/2026), seorang petugas penyelamat setempat mengatakan sejumlah biksu juga terluka dalam serangan tersebut. Lokasi biara dilaporkan diserang sebanyak dua kali.

Serangan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Lokasi kejadian berada sekitar 70 kilometer sebelah barat Mandalay.

Warga sipil saat itu berkumpul di pusat meditasi untuk mengikuti kegiatan keagamaan masa Puasa Buddhis atau Vassa.

Pejuang pro-demokrasi Nway Oo Myaung mengatakan kepada AFP 14 korban terdiri dari 11 pria dan tiga wanita. Lima korban berasal dari satu desa, sedangkan sembilan lainnya berasal dari wilayah sekitar.

Menurutnya, para korban berusia antara 50 hingga 70 tahun.

"Para lansia telah memasuki pusat meditasi tersebut," kata Myaung.

Seorang pejuang oposisi lainnya mengaku ikut dalam proses pencarian dan penyelamatan korban setelah serangan pertama. Namun, upaya evakuasi disebut terganggu ketika pesawat kembali menjatuhkan bom.

"Saat kami sedang berupaya menyelamatkan orang-orang, pesawat datang untuk menjatuhkan bom kedua kalinya," ujarnya.

Hingga kini, pihak militer Myanmar belum memberikan keterangan mengenai serangan tersebut.

Myanmar masih dilanda perang saudara sejak militer melakukan kudeta pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Sejak saat itu, konflik antara militer dan kelompok oposisi terus berlangsung di berbagai wilayah.

Militer Myanmar sebelumnya kerap dituduh melakukan serangan terhadap fasilitas sipil. Namun, pihak militer menyatakan operasi mereka ditujukan terhadap target yang dianggap sah.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut