Setelah Huanan dan Xinfadi, China Kini Tutup Pasar Ikan Liaoyu karena Covid-19

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 16:54 WIB
Setelah Huanan dan Xinfadi, China Kini Tutup Pasar Ikan Liaoyu karena Covid-19

Ilustrasi pasar ikan. (Foto: ANTARA/Moch Asim)

BEIJING, iNews.id – Satu lagi pasar ikan di China ditutup menyusul ditemukannya kasus baru Covid-19 di negara itu. Sebelumnya, pemerintah negeri tirai bambu lebih dulu menutup Pasar Xinfadi di Kota Beijing karena penemuan wabah yang sama, bulan lalu.

Kali ini, pasar yang ditutup sementara itu adalah pasar ikan di Kota Dalian, Provinsi Liaoning. Kebijakan itu juga disertai dengan penghentian operasi kereta metro bawah tanah setelah seorang pekerja di perusahaan pengolahan ikan di pasar tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Pasar Ikan Liaoyu yang berjarak sekitar 3,3 kilometer dari Dalian Kaiyang, ditutup total sejak Rabu (22/7/2020) siang, demikian pernyataan seorang karyawan kantor pasar tersebut dikutip Global Times, Kamis (23/7/2020). Dalian Kaiyang adalah perusahaan berskala besar yang mengintegrasikan proses, penelitian, pengembangan, penjualan, penyimpanan, dan ekspor-impor ikan.

Di perusahaan yang memiliki gudang pengawetan ikan berkapasitas 50.000 ton itulah ditemukan kasus Covid-19 pada seorang pekerjanya yang berusia 58 tahun. Awalnya, pria tersebut mengalami gejala Covid-19 pada Kamis (16/7/2020) pekan lalu, sebelum dinyatakan positif oleh otoritas kesehatan setempat.

Semua karyawan Dalian Kaiyang dan pedagang di Pasar Liaoyu menjalani tes asam nukleat pada Rabu kemarin. Pasar ikan Liaoyu, yang berdiri di atas lahan seluas 12.000 meter persegi di kota pelabuhan di wilayah timur laut China itu, mampu menampung 1.000 lapak pedagang ikan.

Peristiwa itu sangat memukul industri perikanan di Kota Dalian yang telah menjadi sektor andalan.

Liaoyu adalah pasar ikan ketiga di China yang ditutup selama pandemi. Pasar Ikan Huanan di Wuhan, Provinsi Hubei, pertama kali ditutup sejak ditemukan kasus Covid-19 pada akhir tahun lalu. Kedua, Pasar Ikan Xinfadi ditutup pada pertengahan Juni setelah ditemukan kasus baru pada pedagang ikan salmon.

Editor : Ahmad Islamy Jamil