Siap-Siap Diserang AS, Iran Tutup Wilayah Udara dari Penerbangan Sipil
TEHERAN, iNews.id - Iran mulai Kamis (15/1/2026) pagi menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan, kecuali penerbangan internasional yang telah mendapat izin.
Pemberitahuan itu disampaikan otoritas Iran kepada maskapai-maskapai bahwa wilayah udara negara itu akan tetap ditutup hingga 15 Januari. Pemerintah hanya mengizinkan penerbangan sipil internasional untuk beroperasi dengan persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil.
Pembatasan ini berlaku untuk penerbangan yang masuk atau keluar Iran, sementara seluruh lalu lintas udara lainnya ditangguhkan.
Pengumuman ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di dalam negeri dan kawasan, seperti demonstrasi anti-pemerintah dan ancaman serangan militer AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan telah mendapat pengarahan bahwa eksekusi para demonstran di Iran telah dihentikan, sambil memperingatkan bahwa Washington akan memantau perkembangan dengan cermat.
AS juga telah mendesak warganya serta warga asing lainnya, terutama dari negara-negara sekutu, segera meninggalkan Iran. Bukan hanya itu, AS juga menarik sejumlah personelnya dari Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Pangkalan itu menjadi target serangan Iran saat konflik pada Juni 2025.
Sementara itu, para pejabat Iran menuduh AS dan Israel berada di balik demonstrasi rusuh. Pasukan keamanan menangkap lebih dari 10.000 orang yang disebutnya sebagai "teroris" dengan membunuh demonstran yang tulus menyuarakan aksi mereka.
Pihak berwenang Iran belum merilis angka resmi korban jiwa, sementara kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan sekitar 2.600 orang tewas sejak demonstrasu dimulai pada akhir Desember.
Editor: Anton Suhartono