Siapa Pelaku Pembantaian Turis Hindu di Kashmir? Ini Penjelasan Lengkapnya
TRF sering disebut sebagai “front virtual” karena kegiatannya banyak dilakukan secara daring. Kelompok ini aktif menyebarkan pesan-pesan perlawanan melalui media sosial, dengan nama lain "Kashmir Resistance".
Mereka menentang kebijakan Pemerintah India, termasuk pemberian izin tinggal bagi warga luar Kashmir, yang dianggap sebagai strategi untuk mengubah komposisi demografis wilayah berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.
Sulit untuk mengindetifikasi TRF termasuk tokoh-tokohnya karena ruang lingkup mereka masih di dunia maya. Bahkan mereka disebut sebagai front virtual oleh aparat keamanan di Kashmir.
Nama TRF merupakan perubahan dari kelompok pemberontak tradisional Kashmir, sebagian besar menggunakan nama Islam. Badan intelijen India menuduh penggunaan nama itu untuk menampilkan karakter netral. Kata 'perlawanan' dalam nama organisasi berfokus pada nasionalisme Kashmir.
Setelah pembantaian turis Hindu di Kashmir, India mengambil sejumlah tindakan keras terhadap Pakistan. Di antaranya adalah: