Singapura Perlonggar Pembatasan mulai 1 Juni Menuju New Normal, Berikut Fase-fasenya

Anton Suhartono ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 21:27:00 WIB
Singapura Perlonggar Pembatasan mulai 1 Juni Menuju New Normal, Berikut Fase-fasenya
Singapura memperlonggar pembatasan mulai 1 Juni (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura akan memperlonggar pembatasan mulai 1 Juni 2020. Beberapa aktivitas akan diizinkan kembali beroperasi, seperti perekonomian, meskipun masih menerapkan protokol kesehatan.

Gugus tugas Covid-19 lintas-kementerian menyatakan, kegiatan perekonomian akan dibuka kembali secara bertahap dalam tiga fase.

Dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/5/2020), seperti dikutip dari The Straits Times, gugus tugas menguraikan rencana luas untuk mentransisikan Singapura secara bertahap, yakni dari periode pembatasan ketat hingga menuju new normal.

Kondisi ini akan dipertahankan sampai vaksin atau pengobatan yang efektif terhadap Covid-19 ditemukan. Meski demikian, para menteri menekankan bahwa rencana pembukaan kembali jangan dibayangkan kehidupan kembali ke sedia kala seperti sebelum wabah.

Menteri Kesehatan Gan Kim Yong menegaskan, pelonggaran dapat dibatalkan kapan saja jika wabah kembali meluas. Dia juga tak mengenyampingan adanya kasus baru lagi setelah pelonggaran diberlakukan.

"Karena lebih banyak aktivitas akan dimulai kembali, kami mungkin akan mendapati peningkatan kasus harian. Jika bisa terus menjaga situasi terkendali, kami dapat membuka (pembatasan) lagi lebih progresif," katanya.

Pada fase pertama, atau disebut ‘pembukaan yang aman’, banyak warga diizinkan kembali bekerja. Prioritas diberikan kepada sektor-sektor penting dan bisnis yang beroperasi dengan risiko infeksi rendah. Namun mereka yang bisa bekerja dari rumah harus tetap dipertahankan.

Sekolah juga akan dibuka kembali secara bertahap berdasarkan jenjang dan akan dimulai secara penuh pada 10 Juni.

Untuk sekolah dasar dan menengah, siswa yang akan menghadapi kelulusan akan hadir setiap hari, sementara sisanya akan bergiliran setiap pekan.

Tempat ibadah akan ditutup dan akan dibuka bulan depan, namun untuk jumlah terbatas.

Pertemuan sosial masih dilarang, meskipun pengecualian akan diberikan bagi mereka yang mengunjungi orangtua atau kakek-nenek. Kunjungan akan dibatasi setiap hari, maksimum dua orang dalam sehari.

Fase pertama diperkirakan akan berlangsung beberapa pekan dan akan pindah ke fase kedua jika tingkat transmisi masih terkendali atau rendah.

Fase kedua, disebut ‘transisi aman’, warga secara bertahap dapat melakukan lebih banyak kegiatan sosial, aktivitas perekonomian, kuliah, dan pusat kebugaran. Namun, pengusaha harus menerapkan langkah-langkah menjaga jarak aman dan memastikan bahwa mereka yang dapat bekerja dari rumah terus melakukannya.

Pada fase ini, pertemuan sosial dalam jumlah kecil dan restoran atau gerai makanan dan minuman diizinkan beroperasi.

Menteri Gan mengatakan, fase kedua terdiri dari beberapa langkah dan bisa berlangsung beberapa bulan.

Bergantung pada bagaimana situasi Covid-19 kemudian berkembang, langkah-langkah akan terus dilonggarkan lebih lanjut hingga mencapai fase ketiga yang disebut ‘negara aman’.

Pada fase ketiga, Singapura akan pindah ke new normal dan berlangsung sampai vaksin ditemukan.

Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengatakan, warga tidak akan bisa keluar secara bebas dan bersosialisasi karena penerapan prinsip kehati-hatian.

"Kita harus melakukan ini dengan hati-hati dan ditinjau terus karena kita tidak ingin mengambil risiko virus menyebar lagi. Hal yang penting, kita tidak ingin mengorbankan upaya yang sudah dilakukan dalam mengendalikan wabah," katanya.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda