Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dasco Buka Suara Usulan Pemakzulan Gibran, DPR Tunggu Putusan Lengkap MA
Advertisement . Scroll to see content

Soal Upaya Pemakzulan, Trump Tuduh Demokrat Ingin Renggut Kebebasan Rakyat AS

Minggu, 29 September 2019 - 10:51:00 WIB
Soal Upaya Pemakzulan, Trump Tuduh Demokrat Ingin Renggut Kebebasan Rakyat AS
Donald Trump (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membela diri terkait pemakzulan yang dilakukan kubu oposisi, Partai Demokrat. Sebelumnya dia menyebut alasan yang dituduhkan Demokrat merupakan lelucon.

Trump dituduh menyalahgunakan kekuasaan dengan menekan Presiden Ukraina untuk menyelidiki bakal calon presiden AS Joe Biden yang berasal dari Demokrat. Hal ini terungkap dalam percakapan telepon antara Trump dan presiden Ukraina.

Dalam video yang diunggah melalui Twitter, Sabtu (28/9/2019), Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa AS berada dalam pertaruhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hak-hak warga AS, kata Trump, diancam akan direnggut oleh kubu Demokrat.

“Mereka ingin mengambil senjata Anda, mereka ingin mengambil jaminan perawatan kesehatan Anda, mereka ingin mengambil suara Anda, mereka ingin merenggut kebebasan Anda,” kata Trump, dalam tayangan, seperti dilaporkan kembali AFP, Minggu (29/9/2019).

Dia menegaskan akan melawan upaya pemakzulan dirinya oleh Demokrat. Menurut Trump, oposisi sengaja ingin menghentikan langkahnya.

"Kita tidak akan pernah membiarkan ini terjadi. Karena negara kita dipertaruhkan, belum pernah terjadi sebelumnya. Alasannya sangat sederhana, mereka berusaha menghentikan saya karena saya berjuang untuk Anda. Saya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi,” tuturnya.

Dalam cuitan berikutnya, Trump mengulangi tuduhan terhadap Demokrat bahwa penyelidikan pemakzulan merupakan ‘perburuan penyihir’.

Dia juga menyebut anggota parlemen Demokrat yang memimpin penyelidikan pemakzulan, Adam Schiff, telah memfitnahnya. Trump pun mendesaknya untuk mengundurkan diri dari Kongres.

Komite kongres yang melakukan penyelidikan pemakzulan telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk menyerahkan dokumen terkait Ukraina dan mulai meminta keterangan lima pejabat Departemen Luar Negeri mulai pekan depan.

Salah satu dari lima orang itu adalah Duta Besar AS untuk Ukraina, Marie Yovanovitch. Dia diberhentikan Trump pada awal tahun ini karena diduga menolak upaya menekan Ukraina.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut