Sosok Hendro Wicaksono, Profesor Indonesia Peraih Gelar Dosen Terbaik di Jerman
LONDON, iNews.id - Hendro Wicaksono mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet gelar sebagai dosen terbaik atau Teacher of the Year di Jerman. Gelar itu diberikan kepada dosen yang memiliki prestasi luar biasa dalam pembelajaran.
Sederet hasil riset pria peraih gelar profesor dari Universitas Jacobs, Bremen, Jerman, di usia 38 tahun itu, diakui dan digunakan di banyak institusi di Jerman dan negara Eropa lainnya.
Pada 2013, Hendro mengembangkan sistem meningkatkan efisiensi penggunaan energi berbasis artificial intelligence yang digunakan di beberapa gedung di Jerman; Eindhoven, Belanda; serta Sevilla dan Barcelona di Spanyol.
Lalu pada 2014 dia membuat sistem serupa dengan fitur tambahan utilitas di smartphone dan penggunaan berbagai macam sensor di beberapa kantor pemerintahan di Jerman, di antaranya Baden-Wurttemberg. Riset sistem ini terus dikembangkan dan pada 2015-2016 digunakan sebagai sistem smart city di Cambridge, Inggris; Sevilla, Spanyol; dan Lizanello, Italia.
Kiprah Hendro juga banyak diabdikan untuk kepentingan Indonesia. Hendro saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jerman.
Selain itu, dia juga aktif sebagai ketua komisaris dan salah satu pendiri dua perusahaan rintisan teknologi di Indonesia, yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan pelayanan kesehatan digital.
Dalam memperkuat kerja sama Indonesia-Jerman, Hendro saat ini menjadi penasihat komunitas startup gabungan Indonesia-Jerman, IndoHub.
Di organisasi Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, Hendro menjabat Koordinator Divisi Pendidikan. Tak hanya di bidang ilmiah, Hendro juga aktif di organisasi keagamaan.
Sejak 2019, Hendro menjabat anggota Dewan Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman dan aktif di komunitas Muslim berbahasa Jerman di Karlsruhe (DMK).
Dia juga menggagas acara seminar yang diadakan PCINU serta masyarakat lokal Jerman yang mendapatkan dana dari Konrad-Adenauer-Stiftung. Seminar bertujuan memperkenalkan Islam moderat dan toleran di Indonesia.
Hendro mendapat gelar Teacher of the Year karena metode pembelajaran online-nya yang menarik selama masa pandemi Covid-19. Dalam sertifikat disebutkan Hendro berhasil menjadikan metode pembelajaran online yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
Dia juga dinilai berhasil memberikan perkuliahan secara persuasif serta mendorong antusiasme tinggi para mahasiswa, khususnya pada masa pembelajaran secara virtual.
Editor: Anton Suhartono