Sosok Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un Berusia 13 Tahun yang Jadi Dirjen Rudal Korut
JAKARTA, iNews.id - Nama Kim Ju Ae kembali menjadi sorotan publik internasional. Putri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, itu dilaporkan telah dipercaya menduduki posisi penting terkait program persenjataan negaranya.
Tak ada catatan resmi mengenai nama sebenarnya dari Ju Ae termasuk waktu kelahiran. Namun media Korea Selatan menyebutkan, nama Kim Ju Ae, putri dari hasil pernikahan Kim dengan Ri Sol Ju, diketahui dari legenda bola basket NBA Dennis Rodman yang pernah bertemu Kim Jong Un pada 2013.
Saat itu Rodman diberi tahu nama putri Kim Jong Un sebagai Kim Ju Ae. Selain itu tak diketahui persis usianya, namun media Korsel memperkirakan Ju Ae masih berusia 13 atau 14 tahun.
Kemunculan Jua Ae dalam berbagai acara militer beberapa tahun terakhir memicu spekulasi luas. Dia kerap terlihat mendampingi sang ayah saat uji coba rudal balistik hingga inspeksi fasilitas militer strategis.
Ketika Pemimpin Korut Kim Jong Un Nyetir Sendiri Truk Peluncur Rudal
Penampilannya yang konsisten dalam agenda pertahanan dinilai sebagai sinyal kuat bahwa dia tengah diproyeksikan memegang peran besar di masa depan.
Muncul di Panggung Uji Coba Rudal
Kim Jong Un Pamer Kapal Selam Nuklir Pertama Buatan Korea Utara
Jua Ae pertama kali diperkenalkan ke publik saat menghadiri peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17. Sejak saat itu, dia beberapa kali tampil dalam foto resmi media pemerintah, berdiri di sisi Kim Jong Un saat menyaksikan uji coba senjata strategis.
Pengamat Korea menilai langkah tersebut bukan sekadar simbolis. Di negara yang tertutup dan sangat terpusat pada dinasti keluarga Kim, kemunculan anggota keluarga dalam acara militer memiliki makna politik yang besar.
Disebut Jadi Dirjen Rudal
Laporan media Korsel menyebut Jua Ae kini dipercaya memegang jabatan terkait pengembangan rudal, bahkan disebut sebagai direktur jenderal (dirjen) di bidang tersebut. Hal ini akan menjadi langkah luar biasa mengingat usianya yang masih sangat muda.
Laporan intelijen Korsel menyebutkan, Ju Ae diberi jabatan sebagai "dirjen rudal" di saat bersamaan dengan Kongres Ke-9 Partai Pekerja.
Sumber pejabat tinggi pemerintah Korsel yang mendapat pengarahan intelijen mengenai masalah ini menyebutkan, Ju Ae benar-benar menjalankan perannya laksana sosok yang memahami tentang rudal dan nuklir.